Skandal Besar Guncang Sepak Bola Korea! Wasit Asing Diduga Diberi “Layanan Seksual”

SEOUL, Opsi.id  – Dunia sepak bola Korea Selatan diguncang skandal lama yang kembali mencuat.

Korea Football Association (KFA) meminta maaf setelah laporan investigasi pemerintah mengungkap dugaan pemberian layanan seksual kepada sejumlah wasit dan pejabat sepak bola asing pada 2011–2012.

Laporan tersebut berasal dari investigasi Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan pada 2016.

Namun, dokumen itu baru dipublikasikan setelah diperoleh stasiun televisi JTBC dan diberitakan pada awal Agustus 2026.

CNN kemudian memperoleh laporan tersebut dari kantor anggota parlemen Jin Sun-mi.

Investigasi pemerintah menemukan sedikitnya delapan kejadian pembayaran “hiburan seksual” di tempat pijat yang melibatkan wasit asing dan pejabat sepak bola yang berkunjung ke Korea Selatan.

Sejumlah pertandingan yang terkait dengan dugaan tersebut merupakan laga penting, termasuk kualifikasi Piala Dunia 2014 dan kualifikasi Olimpiade London 2012.

KFA Disebut Bayar Jutaan Won

Salah satu contoh yang tercantum dalam laporan terjadi setelah pertandingan Korea Selatan melawan Oman pada 21 September 2011, dalam kualifikasi Olimpiade London.

Empat wasit yang memimpin pertandingan tersebut diduga dibawa ke sebuah tempat pijat pada dini hari setelah pertandingan. Biayanya mencapai 760.000 won Korea, sekitar US$536.

Yang membuat kasus semakin serius, biaya tersebut diduga dicatat dalam laporan pengeluaran sebagai biaya minum setelah pertandingan.

Kasus serupa disebut terjadi menjelang pertandingan Korea Selatan melawan Kuwait pada 29 Februari 2012, dalam kualifikasi Piala Dunia 2014.

Dalam periode tersebut, total pengeluaran yang disebut berkaitan dengan “hiburan seksual” mencapai sekitar 5,6 juta won, atau sekitar US$3.950.

Sebagian pembayaran diduga dicatat sebagai biaya makan, minum atau layanan pijat biasa.

Diduga Melibatkan Wasit dari Beberapa Negara

Laporan tersebut juga menyebut adanya pemberian layanan seksual kepada tiga pejabat dari Asosiasi Sepak Bola China yang berkunjung ke Korea Selatan dalam program pertukaran wasit.

Media Korea dan laporan lain juga menyebut dugaan keterlibatan sejumlah wasit dari negara lain. Namun, keterlibatan individu tertentu belum dapat dianggap terbukti hanya berdasarkan laporan tersebut.

Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) bahkan mengatakan sedang menyelidiki laporan yang menyebut empat wasit Jepang diduga terlibat.

Pemerintah Sebut Ada Masalah Institusional

Investigasi Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan menyimpulkan persoalan tersebut bukan sekadar tindakan individu.

Audit terhadap catatan kartu kredit KFA dan wawancara dengan sejumlah pegawai menemukan bahwa pembayaran di tempat pijat memang mencakup layanan seksual dan disebut dilakukan atas permintaan sejumlah wasit asing.

Meski demikian, kejaksaan pada Desember 2017 memutuskan tidak melanjutkan perkara karena menilai bukti yang tersedia tidak cukup.

Kini, setelah laporan lama tersebut kembali mencuat, Kementerian Olahraga Korea Selatan menyatakan telah merujuk persoalan itu untuk pemeriksaan lebih lanjut dan meminta KFA mengambil tindakan.

KFA Minta Maaf

KFA kemudian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Federasi tersebut mengakui adanya berbagai persoalan yang terjadi lebih dari satu dekade lalu dan menegaskan bahwa praktik penggunaan kartu perusahaan untuk aktivitas semacam itu tidak terjadi saat ini.

KFA mengatakan telah menerapkan sistem “clean card” sejak 2013 sehingga kartu perusahaan tidak dapat digunakan di lokasi seperti tempat pijat tertentu maupun karaoke.

Federasi juga menyatakan kini menggunakan petugas penghubung khusus untuk mendampingi wasit, sementara kebutuhan transportasi, akomodasi dan makanan disediakan sesuai ketentuan.

Skandal Muncul di Tengah Krisis KFA

Terbukanya kembali kasus tersebut menjadi pukulan tambahan bagi KFA yang sedang berada di bawah sorotan publik.

Federasi sepak bola Korea Selatan sebelumnya telah menghadapi kritik keras terkait proses penunjukan pelatih tim nasional serta performa Korea Selatan yang mengecewakan di Piala Dunia 2026.

Kepolisian Korea Selatan bahkan menggeledah kantor KFA pada awal Agustus 2026 dalam penyelidikan terkait proses penunjukan kembali Hong Myung-bo sebagai pelatih tim nasional.

Dengan munculnya kembali laporan dugaan pemberian layanan seksual kepada wasit asing, tekanan terhadap tata kelola KFA kini semakin besar.

Namun, penting dicatat: laporan pemerintah tersebut merupakan temuan mengenai dugaan praktik pada 2011–2012, dan tidak otomatis membuktikan bahwa setiap wasit atau pejabat yang disebut dalam laporan melakukan pelanggaran atau menerima suap. [cnn]

Baca juga: Ilmuwan Korea Selatan Ciptakan Pakaian yang Bisa Memakai Sendiri dalam 10 Detik

Baca juga: Kena Sanksi Privasi, TikTok Didenda Rp126,5 Miliar di Korea Selatan

Baca juga: Korea Selatan Bangkit, Taklukkan Ceko 2-1 di Laga Perdana Grup A Piala Dunia 2026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

ACC Gandeng OJK dan Media Cirebon Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat

Cirebon – Astra Credit Companies (ACC) memperkuat komitmennya dalam...

Proyek Jalan 135 Km Papua Digugat, Ahli UGM Bongkar Kesalahan Ganda Pemerintah

JAYAPURA, Opsi.id  – Gugatan terhadap pembangunan jalan sepanjang 135...

Pembetot Bass, Helvi Eriyanti Rilis Buku Bertajuk BILLKISS: Cerita #1

Jakarta - Setelah 25 tahun berkarya sebagai bassist sekaligus...

RADJA Gelar Konser 25 Tahun Berkarya, Hadirkan Nostalgia dan Simbol Perjalanan Musik

Jakarta - Perayaan 25 tahun RADJA bukan sekadar konser....

Kaesang Masuk Kandang Puan, Respons Ketua DPR Bikin Penasaran!

JAKARTA, Opsi.id  – Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP...

45 Anggota DPRD Gowa Kompak Usulkan Pemakzulan Bupati Sitti Husniah Talenrang

GOWA, Sinata.id – Langkah politik DPRD Kabupaten Gowa terhadap...

Berita Terbaru

Popular Categories