Jakarta, OPSI.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas menyusul kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan santri dan pelajar di wilayah Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, yang menjadi dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG), dikenai suspensi berat selama 30 hari.
BGN juga mengusulkan pergantian pimpinan SPPG tersebut sebagai bagian dari evaluasi.
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan hasil investigasi sementara mencatat 512 orang terdampak dalam kejadian tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 312 orang telah mendapatkan perawatan dan diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.
Sementara 80 orang lainnya masih menjalani perawatan medis dan 120 orang berada dalam tahap observasi.
“Data yang kami terima dari tim yang turun langsung ke lapangan menunjukkan ada 512 orang yang terpapar atau terdampak,” ujar Ketut dalam keterangan resminya, Rabu (2/9).
Menurut Ketut, BGN terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo serta pengelola Pondok Pesantren Manbaul Hikam, tempat sebagian besar santri yang terdampak menempuh pendidikan.
Selain memastikan korban memperoleh penanganan medis, BGN bersama dinas kesehatan setempat juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber dan penyebab dugaan keracunan tersebut.
Ketut menegaskan hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada masyarakat setelah proses investigasi selesai.


