Peneliti memperkirakan terdapat peluang hingga 70 persen pertandingan tersebut berlangsung dalam kondisi panas yang dapat mengganggu performa pemain.
Profesor ilmu biologi dari Dartmouth College, Ryan Calsbeek, mengatakan suhu dan kelembapan tinggi berpotensi mengubah tempo pertandingan.
“Suhu yang lebih tinggi dan kelembapan yang lebih tinggi kemungkinan akan memperlambat jalannya pertandingan. Atlet akan kesulitan menyeimbangkan kekuatan eksplosif dengan kebutuhan daya tahan selama lebih dari 90 menit,” katanya.
Tak hanya panas, faktor ketinggian juga menjadi perhatian.
Kota Meksiko yang berada di ketinggian sekitar 2.240 meter di atas permukaan laut diperkirakan memberikan tantangan tambahan bagi tim yang tidak terbiasa bermain di dataran tinggi.
Menanggapi potensi risiko tersebut, FIFA memastikan setiap pertandingan akan disertai jeda hidrasi selama tiga menit di masing-masing babak.
Penjadwalan pertandingan juga disebut telah mempertimbangkan faktor suhu, perjalanan tim, waktu istirahat, aspek medis, serta ketersediaan infrastruktur pendingin di stadion.
Beberapa stadion tuan rumah bahkan telah dilengkapi atap yang dapat dibuka-tutup dan sistem pengendalian iklim untuk membantu menjaga kondisi pertandingan tetap aman.
Meski demikian, sejumlah pakar menilai langkah tersebut masih belum cukup.
Protokol Ketat
Minson mendorong FIFA menerapkan protokol yang lebih ketat, termasuk penundaan pertandingan saat indeks panas mencapai tingkat berbahaya. Penambahan waktu pendinginan, penyediaan area teduh, hingga fasilitas bak es darurat bagi pemain yang mengalami gangguan akibat panas.
Baca juga: Lawan Meksiko di Laga Pembuka, Ini Skuad Afrika Selatan di Piala Dunia 2026
“Jika ada pemain yang terlihat mengalami kebingungan, kehilangan kesadaran, atau kolaps di lapangan, mereka harus segera didinginkan,” tegasnya.
Bagi FIFA, Piala Dunia 2026 merupakan ajang olahraga terbesar yang pernah digelar di Amerika Utara.
Namun di balik megahnya turnamen tersebut, cuaca ekstrem dan dampak perubahan iklim diperkirakan menjadi ujian tersendiri bagi para pemain, pelatih, dan penyelenggara dalam menjaga keselamatan sepanjang kompetisi berlangsung. []

