Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkap alasan pembatalan peresmian pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Stasiun Velodrome-Manggarai yang sebelumnya direncanakan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi menjelaskan, keputusan penjadwalan ulang peresmian LRT Jakarta Fase 1 Rute Kelapa Gading-Manggarai ini dilakukan setelah pihaknya melakukan proses evaluasi akhir terhadap keseluruhan pelaksanaan kegiatan.
”Pemprov DKI memutuskan untuk menjadwalkan ulang peresmian LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai. Kami ingin peresmian dilaksanakan setelah penyempurnaan sejumlah detail pada fasilitas,” kata Marulina dalam keterangannya, dikutip Kamis, 27 Agustus 2026.
Menurut dia, perubahan tersebut berkaitan dengan waktu pelaksanaan peresmian dan tidak mengubah agenda pengembangan LRT Jakarta.
Sebab, Pemprov DKI Jakarta bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, tetap menjalankan tahapan yang telah direncanakan secara matang, berkenaan dengan pengembangan koridor LRT Jakarta trase Kelapa Gading-Manggarai.
Marulina mengungkapkan, adapun penyempurnaan dilakukan dalam rangka menghadirkan inklusivitas layanan bagi publik pengguna LRT Jakarta.
Adapun jadwal terbaru peresmian akan disampaikan pascawaktu pelaksanaan ditetapkan.
Sebagai informasi, LRT Jakarta trase Kelapa Gading-Manggarai membentang sepanjang 12,2 kilometer (km). Transportasi massal kereta modern ini memiliki 11 stasiun seperti Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.
Tarif LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai direncanakan Rp5.000 flat per sekali jalan. Namun, setelah Oktober 2026, akan ada penyesuaian tarif lagi.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, pembangunan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai telah rampung 100% dan siap diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Diketahui, pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pascaprovinsi tersebut diguncang gempa Magnitude (M) 7,7 yang turut mengakibatkan terjadinya gelombang tsunami. []

