Namun berbeda dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, Alwi kali ini tampil sangat tenang.
“Saya tahu pemain sekelas Shi Yu Qi akan tetap yakin bisa menang meski tertinggal. Karena itu saya harus lebih tenang dan mengelola situasi lebih baik darinya,” kata Alwi.
“Kalau terlalu ingin menang, saya biasanya justru membuat banyak kesalahan. Jadi setelah kehilangan gim kedua, saya mengingatkan diri sendiri bahwa pertandingan belum selesai.”
Pendekatan itu terbukti ampuh. Alwi mampu menjaga fokus hingga akhir laga dan memastikan kemenangan yang langsung menggemparkan turnamen.
Hasil ini semakin menguatkan keyakinan bahwa Indonesia telah menemukan calon pemimpin baru di sektor tunggal putra.
Baca juga: Piala Thomas dan Uber 2026: Indonesia Dinilai Punya Skuad Paling Dalam
Di tengah usia Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting yang semakin matang, Alwi mulai menunjukkan tanda-tanda siap memikul harapan besar bulu tangkis Indonesia.
“Memang ada banyak ekspektasi. Tapi saya masih muda dan harus bisa mengelolanya dengan baik,” ujarnya.
Untuk satu hari yang luar biasa di Singapura, Alwi Farhan berhasil melakukan semuanya dengan sempurna.
Ia bukan hanya mengalahkan pemain terbaik dunia, tetapi juga mengalahkan keraguan yang sempat menghantuinya setelah kegagalan di Thomas Cup. []


