Silvio Gazzaniga, Seniman Italia di Balik Trofi Piala Dunia

MILAN, Opsi.id  – Jutaan pasang mata akan tertuju pada trofi Piala Dunia FIFA saat kapten tim juara mengangkatnya ke langit usai laga final.

Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa mahakarya tersebut lahir dari tangan seorang seniman Italia bernama Silvio Gazzaniga, pematung legendaris yang mengubah sebuah trofi menjadi simbol kejayaan sepak bola dunia.

Trofi yang digunakan sejak Piala Dunia 1974 itu merupakan hasil rancangan Gazzaniga setelah FIFA menggelar sayembara internasional untuk menggantikan Trofi Jules Rimet.

Pergantian dilakukan karena Brasil berhak menyimpan trofi lama secara permanen setelah meraih gelar juara dunia ketiga pada 1970.

Dari 53 rancangan yang masuk dari berbagai negara, desain Gazzaniga terpilih sebagai pemenang.

Lahir di Milan pada 23 Januari 1921, Gazzaniga menempuh pendidikan seni di sekolah-sekolah seni ternama di kota tersebut.

Ia mendalami seni pahat sekaligus memperoleh kualifikasi sebagai pengrajin emas dan perhiasan (goldsmith dan jeweller), bekal yang kemudian membentuk karakter artistiknya.

Pada 1953, ia bergabung dengan perusahaan G.D.E. Bertoni sebagai Art Director dan Master Sculptor.

Baca juga: Final Piala Dunia 2026: Spanyol Tantang Argentina, Duel Messi vs Yamal

Di sanalah Gazzaniga mengabdikan sebagian besar hidupnya dengan menghasilkan berbagai medali, trofi, dan karya seni bernilai tinggi.

Selain trofi Piala Dunia FIFA, ia juga menciptakan trofi UEFA Cup, UEFA Super Cup, serta berbagai karya bertema religius, sejarah, olahraga, dan peringatan yang digunakan di berbagai negara.

Gazzaniga pernah menjelaskan bahwa desain trofi Piala Dunia dibuat untuk menggambarkan perjuangan, dinamika, dan kegembiraan seorang atlet pada saat meraih kemenangan.

Dua figur manusia yang menopang bola dunia melambangkan semangat manusia dalam mencapai puncak prestasi, sementara cincin batu malasit berwarna hijau pada bagian dasar melambangkan lapangan sepak bola.

Trofi setinggi 36,8 sentimeter yang terbuat dari emas 18 karat itu pertama kali diangkat oleh kapten Jerman Barat, Franz Beckenbauer, setelah menjuarai Piala Dunia 1974.

Berbeda dengan Trofi Jules Rimet, trofi karya Gazzaniga tidak pernah menjadi milik permanen negara juara.

Setelah perayaan usai, trofi asli kembali disimpan FIFA di markasnya di Zurich, sedangkan juara hanya membawa pulang replika berlapis emas.

Silvio Gazzaniga meninggal dunia di Milan pada 31 Oktober 2016 dalam usia 95 tahun.

Baca juga: Era Baru Spanyol Dimulai, Argentina Bersiap Berpisah dengan Lionel Messi

Setahun kemudian, tepatnya pada 2 November 2017, namanya diabadikan di Famedio di Cimitero Monumentale, Milan, sebagai bentuk penghormatan kepada warga yang telah mengharumkan nama kota tersebut melalui karya dan pengabdiannya.

Lebih dari lima dekade sejak diciptakan, trofi karya Silvio Gazzaniga tetap menjadi lambang supremasi sepak bola dunia.

Setiap empat tahun sekali, karya seni itu kembali menjadi pusat perhatian, membuktikan bahwa warisan seorang pematung Italia mampu melampaui zaman dan menjadi ikon olahraga paling bergengsi di planet ini. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Rayakan Persatuan, Melanie Subono Rilis Lagu Jiwa Merah Putih

Jakarta - Musisi sekaligus aktivis Melanie Subono kembali menghadirkan...

JALANJALAN Rilis Single BEBAS, Manifesto Rock and Roll Anak Muda

Jakarta - Semangat muda yang liar, penuh energi, dan...

KontraS Ungkap 387 Orang Ditangkap Saat Demo 27 Agustus, 160 di Antaranya Anak di Bawah Umur

JAKARTA, Opsi.id  – Gelombang demonstrasi pada 27 Agustus 2026...

Pria Inggris Selamat dari Ancaman Buta, Operasi Tumor Otaknya Dibantu AI Real-Time

LONDON, Opsi.id  – Teknologi kecerdasan buatan (AI) mencatat terobosan...

Survei Poltracking: Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran Turun, Hanya 55,1 Persen

JAKARTA, Opsi.id  – Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintahan...

Heboh Protes Bantuan Gempa BNPB, Camat Lamba Leda Utara Resmi Pilih Mundur

Borong, OPSI.ID - Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai...

Heboh Dugaan Pungutan Pengambilan Kendaraan Kecelakaan, Satlantas Surabaya Buka Suara

Surabaya — Pengambilan kendaraan yang diamankan sebagai barang bukti...

Berita Terbaru

Popular Categories