Jakarta – Bank Jakarta mendorong pemanfaatan layanan perbankan digital melalui keikutsertaan kembali di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI Jakarta dalam event Jakarta Fair 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran dari 11 Juni 2026 hingga 12 Juli 2026.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo mengatakan masyarakat dapat menggunakan aplikasi JakOne Mobile untuk bertransaksi di berbagai merchant Jakarta Fair 2026 maupun tenant Usah Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tersedia di berbagai hall di area Jakarta Fair.
”Kehadiran Bank Jakarta di Jakarta Fair merupakan bentuk upaya Bank Jakarta untuk hadir dan senantiasa relevan ditengah masyarakat,” ujarnya melalui keterangan resmi di Jakarta, dikutip Senin, 15 Juni 2026.
Melalui kehadiran konsep baru yaitu Engagement Store dengan menggandeng Bli-Bli, salah satu e-commerce ternama, Agus berharap warga masyarakat Jakarta dapat menikmati pengalaman belanja dan transaksi yang unik dan berkesan.
Lebih lanjut Agus juga menyampaikan bahwa pengunjung Jakarta Fair juga dapat melakukan berbagai transaksi perbankan lainnya di Bank Jakarta Engagement Store di antaranya pembukaan rekening secara online melalui aplikasi JakOne, serta pengajuan kredit dan pembiayaan.
Di sisi bersamaan, Bank Jakarta juga menghadirkan layanan ATM-CRM, di mana pengunjung Jakarta Fair dapat melakukan aktivitas tarik dan setor tunai.
Masih dalam lokasi yang sama di Anjungan Pemprov DKI Jakarta, pengunjung juga dapat mengunjungi booth Badan pendapatan daerah dan melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BPNKB) menggunakan EDC dan aplikasi JakOne Mobile.
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi mengajak warga masyarakat Jakarta untuk dapat mengunjungi Bank Jakarta Engagement Store di Hall C1 Anjung Pemprov DKI Jakarta.
”Melalui kehadiran Bank Jakarta di Jakarta Fair 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman bertransaksi yang dapat memperkuat engagement antara Bank Jakarta dengan nasabah dan masyarakat,” tutur dia.
Ke depan, lanjut Ari, pihaknya akan terus mendorong inovasi layanan serta memperluas kolaborasi.
”Untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tutur Arie. []


