BNI Pematangsiantar Didemo, Warga Tuntut Dana Rp 4,2 Miliar

Pematangsiantar – Kantor Bank Negara Indonesia Cabang Pematangsiantar didatangi belasan warga pada Jumat, 24 April 2026.

Mereka menuntut pencairan dana sekitar Rp4,2 miliar yang hingga kini disebut belum diterima. Meski perkara hukumnya telah bergulir bertahun-tahun.

Kasus ini disebut-sebut memiliki kemiripan dengan perkara di BNI Aek Nabara.

Yakni dugaan penghimpunan dana masyarakat di luar program resmi bank.

Bermula Sejak 2009

Persoalan ini diduga bermula sekitar tahun 2009.

Sejumlah warga mulai menempatkan dana dalam jumlah bervariasi. Melalui skema simpanan di Koperasi Swadharma BNI Cabang Pematangsiantar.

Nama besar BNI serta kedekatan dengan pihak-pihak tertentu membuat masyarakat percaya.

Awal perjalanan, sebagian penyetor disebut sempat menerima pembayaran, sehingga minat masyarakat terus bertambah.

Dana Terus Masuk Hingga 2015

Dalam kurun 2010 hingga 2015, jumlah penyetor disebut meningkat.

Nilai dana yang disetorkan beragam, mulai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah per orang.

Kepercayaan masyarakat saat itu masih tinggi karena skema tersebut dinilai berjalan normal.

Mulai Macet Tahun 2016

Masalah mulai muncul pada 2016. Sejumlah penyetor mengaku kesulitan mencairkan dana saat jatuh tempo.

Dari sini keresahan mulai meluas karena nilai dana yang tertahan mencapai miliaran rupiah.

Korban kemudian berupaya meminta penjelasan dan menagih dana mereka.

Tempuh Jalur Damai Hingga Gugatan

Pada periode 2017 hingga 2019, para korban melakukan berbagai langkah.

Meminta pertanggungjawaban pengurus koperasi, mengadu ke sejumlah instansi, hingga mengumpulkan sesama korban menempuh jalur hukum.

Gugatan perdata sebanyak 15 orang diajukan ke PN Pematangsiantar pada 2020. Salah satunya adalah Hotna Rumasi Lumbantoruan.

Menang di Semua Tingkat Pengadilan

Perkara tersebut tercatat dengan nomor 40/Pdt.G/2020/PN Pms.

Penggugat disebut sekitar 15 orang korban, sedangkan tergugat mencakup pihak BNI, koperasi, dan beberapa individu.

BACA JUGA: Ini Pernyataan Resmi BNI Setelah Transfer Dana Paroki Aek Nabara

Kasus berlanjut ke tingkat banding di Pengadilan Tinggi Medan dengan nomor 33/PDT/2021/PT MDN. PT Medan menguatkan pokok putusan sebelumnya.

Perkara masuk kasasi di Mahkamah Agung melalui nomor 3645 K/Pdt/2022, namun permohonan ditolak.

Upaya hukum terakhir Peninjauan Kembali (PK) dengan nomor 1278 PK/Pdt/2023 juga ditolak. Sehingga perkara dinilai berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Putusan Menang, Dana Belum Cair

Meski demikian, hingga 2024 dan 2025 para korban disebut masih menunggu realisasi pembayaran ganti rugi sekitar Rp4,2 miliar.

Kuasa hukum korban, Daulat Sihombing, beberapa kali meminta pelaksanaan putusan pengadilan. Namun dana yang dinanti belum juga terealisasi.

Warga Akhirnya Demo

Para korban akhirnya mendatangi kantor BNI Cabang Pematangsiantar pada Jumat (24/4/2026).

Mereka menuntut haknya dan meminta pencairan dana segera dilakukan.

Penjelasan Resmi BNI

BNI melalui Corporate Secretary Okki Rushartomo menyatakan persoalan tidak berkaitan dengan produk resmi BNI.

Aktivitas tersebut menyangkut sebuah koperasi yang merupakan entitas independen dan bukan bagian dari BNI.

Karena itu, pihak bank meminta publik tidak salah memahami posisi BNI dalam perkara ini. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Banggar DPRD DKI Dorong Pajak Kendaraan Listrik, Ada Potensi PAD Jakarta Tembus Rp4 Triliun

Jakarta - Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta mendorong...

Survei LSI: Kepercayaan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 78,7 Persen

Jakarta, OPSI.ID - Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden...

‎Pemprov DKI Tindak Tegas Pelaku Pembuang Sampah Ilegal di Kampung Dukuh Jaktim

‎Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas...

MBG di Persimpangan Jalan: Kritik MBG Watch dan Tuduhan Korupsi Harian

Jakarta, Opsi.id  – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah...

Akademisi ITPLN Zulfikar Manggau Minta RI Tak Terburu-buru Kejar PLTS 100 GW

Jakarta - Akademisi Institut Teknologi PLN (ITPLN) Zulfikar Manggau...

Unhas Tuan Rumah Temu Nasional JPM PTNBH ke-7, Bahas Penguatan Penjaminan Mutu

Makassar, OPSI.ID - Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah...

Polres Maros Salurkan Bantuan Air Bersih, Warga Bontoa Sambut Antusias

Maros, OPSI.ID - Polres Maros menyalurkan bantuan air bersih...

Berita Terbaru

Popular Categories