Langkat, OPSI.ID – Bupati Langkat, Syah Afandin, telah tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta setelah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). Operasi senyap tersebut diduga berkaitan dengan kasus suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Syah Afandin memasuki gedung lewat pintu belakang dengan pengawalan ketat dari tim penindakan KPK. Ia langsung digiring masuk tanpa memberikan pernyataan apa pun kepada media.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa Syah Afandin tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Detail Operasi Tangkap Tangan (OTT)
Dalam rangkaian OTT yang digelar di tiga wilayah sekaligus—Kabupaten Langkat, Kota Binjai, dan Kota Medan—KPK mengamankan total 7 orang.
-
Pihak yang Diamankan: Selain Bupati Langkat, petugas juga menciduk seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Langkat dan lima orang dari pihak swasta.
-
Fokus Kasus: Dugaan suap ini disinyalir menyasar proyek-proyek di lingkungan Dinas Pendidikan serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat.
-
Barang Bukti: Tim penyidik menyita uang tunai bernilai ratusan juta rupiah yang diduga kuat sebagai pemulus (fee) proyek dari pihak swasta untuk sang bupati.
KPK menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini guna menelusuri kemungkinan adanya aliran dana lain atau dugaan gratifikasi yang melibatkan penyelenggara negara di wilayah Langkat.


