Sementara itu, pengemudi bus, Anasrudin, mengatakan dirinya mengetahui adanya kebakaran setelah diteriaki pengendara lain yang melihat kepulan asap dari bagian belakang bus.
Saat itu, bus sedang melaju dari arah Surabaya menuju Kota Madiun. Mendapat peringatan tersebut, pengemudi langsung mengurangi kecepatan dan menepikan bus di Desa Tiron, tidak jauh dari traffic light.
Awak bus kemudian berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di dalam armada.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Api justru semakin membesar dan dengan cepat menjalar ke sejumlah bagian bus.
“Saya diteriaki pengemudi lain yang mengatakan ada kepulan asap di bagian belakang bus. Saya langsung menepi. Kemudian pegawai kami sempat berusaha memadamkannya menggunakan pemadam kecil itu. Tapi api tidak mau padam,” kata Anasrudin.
Ia menduga kebakaran tersebut kemungkinan dipicu korsleting pada sistem kelistrikan bus.
Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas Damkar Kota Madiun dan Damkar Kabupaten Madiun melakukan pemadaman secara bersama-sama.
Kabid Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Damkar Kabupaten Madiun, Andi Kurniawan, mengatakan proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam.
“Api berhasil dikuasai petugas sekitar satu setengah jam. Kami turunkan tiga unit armada pemadam kebakaran,” ujarnya.
Akibat kebakaran tersebut, hampir seluruh bagian bus hangus terbakar dan hanya menyisakan kerangka kendaraan.
Para penumpang yang selamat kemudian dievakuasi dan dipindahkan ke armada lain agar dapat melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Polisi meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pengemudi bus, untuk memastikan penyebab kebakaran.
Bangkai bus selanjutnya dievakuasi ke lokasi yang aman untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. []


