“Jauh sebelum adanya Diskoria, kami memang merupakan pegiat dan kolektor rilisan fisik. Tidak bisa dipungkiri, koleksi dan kegemaran kami mempunyai peran penting dalam perjalanan Diskoria. Oleh karena itu, sampai pada titik bisa merilis karya sendiri. Rilisan fisik menjadi suatu kepuasan dan keharusan untuk kami,” ungkap keduanya.
BACA JUGA: Promotor Antara Suara Debut di Malaysia, Bawa Mahalini Konser di Kuala Lumpur
Album “INTONESIA” sendiri dirilis pada 11 April 2025 dan berisi 11 trek berbahasa Indonesia. Album ini melibatkan sejumlah co-producer serta kolaborator, memperkaya nuansa musik pop kreatif dan disko yang menjadi ciri khas Diskoria.
Selain tersedia dalam format fisik, “INTONESIA” juga dapat diakses di seluruh layanan musik digital, menjangkau audiens yang lebih luas.
Perilisan kaset ini tidak hanya menjadi bentuk nostalgia. Tetapi juga strategi untuk memperkuat hubungan dengan komunitas musik yang masih menghargai format analog. Diskoria melihat rilisan fisik sebagai medium yang mampu memberikan nilai koleksi sekaligus pengalaman mendengarkan yang lebih intim.
Dengan langkah ini, Diskoria menegaskan bahwa musik mereka tidak hanya hidup di dunia digital, tetapi juga memiliki ruang eksklusif dalam bentuk fisik yang bisa dirasakan secara nyata.
Kehadiran kaset “INTONESIA” edisi sampul selongsong menambah daftar panjang inovasi Diskoria dalam menjaga relevansi rilisan fisik di era digital.
Kolaborasi dengan Orange Cliff Records dan Suara Disko menunjukkan bahwa ekosistem musik independen di Indonesia masih memiliki ruang besar untuk berkembang melalui format analog. []


