Respons Kemenkes
Di tengah perhatian publik terhadap kasus ini, Kementerian Kesehatan akhirnya menyampaikan pernyataan resmi.
Kemenkes menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dr. Icha yang bertugas di RS Leona Kefamenanu.
dr Icha meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026) pukul 18.30 WIB, sebagaimana dikabarkan keluarga.
“Kementerian Kesehatan menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dr. Icha. Dedikasi beliau dalam melayani masyarakat akan selalu menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya pengabdian tenaga kesehatan,” tulis Kemenkes dikutip Minggu (28/6/2026).
Terkait kabar dugaan intimidasi terhadap almarhumah, Kemenkes menegaskan tidak akan tinggal diam.
Saat ini tim Kemenkes telah diterjunkan untuk mengusut kasus tersebut secara transparan dan tuntas.
Baca juga: Kemenkes: Lebih Enam Bulan Tidak Suntik Dosis Dua, Harus Ulang | Opsi.id
Kemenkes juga menegaskan tidak ada ruang bagi segala bentuk perundungan, intimidasi maupun penyalahgunaan wewenang terhadap tenaga kesehatan.
Menurut Kemenkes, setiap tenaga kesehatan yang berada di garis depan pelayanan berhak mendapatkan rasa aman, perlindungan, dan penghormatan dalam menjalankan profesinya.
“Selamat jalan, dr. Icha. Pengabdian dan dedikasimu dalam melayani masyarakat akan selalu menjadi teladan bagi dunia kesehatan Indonesia,” demikian pernyataan penutup Kementerian Kesehatan.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Belum ada kesimpulan resmi mengenai dugaan intimidasi maupun kaitannya dengan meninggalnya dr. Icha. []


