Dukung Legalisasi Ganja Medis, Hinca Panjaitan Ajak Berkontemplasi

Jakarta – Anggota DPR RI, Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, menyatakan dukungannya terhadap pemanfaatan ganja untuk kepentingan medis. Hal itu sampaikan saat Rapat Kerja bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 5 Mei 2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Ia menyoroti lambatnya pemerintah menjalankan amanat Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan riset ganja medis, dan menegaskan bahwa kebijakan tanpa penelitian hanya berbasis asumsi.

Dalam rapat tersebut, Hinca mengangkat kasus seorang anak bernama Pika yang menderita cerebral palsy. Pada akhirnya Pika meninggal dunia setelah perjuangan panjang keluarganya untuk mendapatkan akses ganja medis.

“Seorang anak kecil dibawa ibunya untuk menyampaikan isi hatinya. Seorang anak kecil namanya Pika. Seorang anak kecil yang lahir sakit dan satu-satunya obat untuk dia adalah ganja medis. Di sini perdebatannya, karena itu saya ingin mengajak berkontemplasi,” katanya.

Hinca mengusulkan agar legalisasi ganja medis dilakukan secara terbatas melalui pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga distribusi berlangsung legal, transparan, dan terkontrol.

Ia menekankan perlunya regulasi ketat untuk mencegah penyalahgunaan serta riset komprehensif guna memahami dampak positif maupun negatif ganja medis.

Dukungan ini menambah tekanan politik terhadap pemerintah dan menjadi sinyal bahwa isu ganja medis semakin mendapat perhatian serius di parlemen. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Bejat! Oknum Kiai di Pati Cabuli 50 Santriwati di Ponpes

Pati, Opsi.id - Kasus pencabulan kembali terungkap. kali ini...

Grup Duo Asal Makassar, DVY Rilis Single Bloom/Gloom

Jakarta - Duo musik asal Makassar, DVY, yang terdiri...

Anak Balita di Langkat Dipukuli dan Diikat Ayah Tiri

Langkat, Opsi.id – Anak perempuan berusia 4 tahun menjadi...

Cece Caramel Lepas EP Debut Bertajuk Caramelting

Jakarta - Dunia musik Indonesia kedatangan wajah baru yang...

Viral Curi Pelek di Siang Bolong, Bajing Loncat di Medan Dibekuk Polisi

MEDAN, Opsi.id – Aksi nekat komplotan bajing loncat mencuri...

Dirut Pelindo Kunker ke Makassar, Serap Masukan dan Evaluasi Operasional Pelabuhan

Makassar, OPSI.ID - Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero)⁠,...

Kaesang di Papua, PSI Mulai Panaskan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029

JAYAPURA, Opsi.id  – Partai Solidaritas Indonesia mulai memanaskan mesin...

‎Prabowo Naik Maung di Filipina, Ekonom Kritisi Pemerintah Malah Impor Mobil India

Jakarta - Ekonom sekaligus Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas...

Hutan Pinus Disulap Jadi Kandang Ayam dan Kebun, Pria 62 Tahun di Bone Terancam 10 Tahun Penjara

BONE, Opsi.id  – Kasus perambahan kawasan hutan negara di...

Niat Mencuri, Pria di Tapanuli Tengah Rudapaksa Siswi SD 8 Tahun

TAPANULI TENGAH, Opsi.id  – Seorang pria berinisial WS (35)...

Berita Terbaru

Popular Categories