Memasuki hari kedua pada Jumat, 15 Mei 2026, Philippe Claudel kembali tampil dalam panel “Hidup dalam Marabahaya” pukul 16.00 WITA bersama aktivis lingkungan Rossy You dan Faris Gaban.
Diskusi tersebut membahas posisi manusia di tengah ancaman krisis ekologis dan ekosida yang menjadi bagian dari tema besar MIWF tahun ini, “Re-co-ordinate”.
Pada malam harinya, Tim Promosi Sastra Kementerian Kebudayaan RI juga menggelar Networking Night yang mempertemukan delegasi Prancis dengan para pelaku sastra Indonesia, termasuk penulis muda peserta Emerging Writers MIWF 2026.
Selain itu, MTN Bidang Sastra turut menghadirkan dua penulis Indonesia, Avianti Armand dan Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, dalam program MTN IkonInspirasi Bidang Sastra pada Jumat malam pukul 19.20 WITA untuk berbagi pengalaman mengenai perjalanan karier kepenulisan mereka.
Kegiatan delegasi Prancis di Makassar tidak hanya berfokus pada forum sastra, tetapi juga menyentuh sisi budaya Sulawesi Selatan.
Baca juga: Nadiem Jalani Operasi Kelima Sehari Setelah Dituntut 18 Tahun Penjara
Pada Sabtu, 16 Mei 2026, Tim Promosi Sastra mengorganisir kunjungan budaya ke Taman Arkeologi Leang-Leang bagi para delegasi Prancis.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengenalan sekaligus penghargaan terhadap sejarah dan warisan budaya Sulawesi Selatan kepada tamu internasional.
Pada hari yang sama, Philippe Claudel juga dijadwalkan membacakan penggalan karya sastranya dalam sesi “Under the Poetic Starr”.
Menariknya, pembacaan karya tersebut tidak hanya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tetapi juga diinterpretasikan dalam bahasa isyarat agar dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat. []


