Dalam pertemuan tersebut, Ephorus didampingi sejumlah tokoh HKBP, yakni Pdt. Oloan Nainggolan (Praeses DKI), Pdt. Henri Napitupulu (Praeses Bekasi).
Pdt. Ridoi Batubara (Praeses Deboskab), Pdt. Sumihar Sinaga (Praeses Banten), serta Pdt. Dr. Richard Daulay, mantan Sekretaris Umum PGI.
Usai pertemuan, Victor mengingatkan pentingnya kasih dan pengampunan sebagaimana diajarkan Yesus Kristus.
Menurutnya, Tuhan tidak memerlukan pembelaan manusia karena Dialah Pembela sejati bagi umat-Nya.
“Justru kitalah, yang telah menerima kasih dan pengampunan itu, dipanggil untuk menghadirkan kasih yang sama, mengasihi tanpa syarat dan mengampuni dengan tulus,” tulis Victor melalui akun Facebook pribadinya, dikutip Minggu, 26 April 2026.
Ia mengatakan, pertemuan dengan Jusuf Kalla berlangsung dalam suasana hangat, penuh kegembiraan, dan dilandasi semangat persaudaraan.
BACA JUGA: Pelaporan JK ke Polda Metro Jaya, Sahat: Masih Berlanjut
Dalam kesempatan itu, Victor juga menyampaikan apresiasi atas waktu dan sambutan yang diberikan JK.
Menurutnya, Jusuf Kalla merupakan tokoh bangsa yang telah dua kali mengemban amanah sebagai Wakil Presiden RI dan kini menjabat Ketua Umum PP Dewan Masjid Indonesia.
Victor juga menilai rekam jejak JK dalam merajut perdamaian di berbagai wilayah konflik telah teruji dan diakui luas.
Victor mengaku telah menyimak secara utuh video ceramah Jusuf Kalla berdurasi 43 menit di Universitas Gadjah Mada yang belakangan ramai diperbincangkan.
Setelah mendengarkan keseluruhan isi ceramah, ia menilai tidak ada unsur penistaan terhadap agama Kristen.
“Dalam pemahaman saya, tidak terdapat unsur penistaan terhadap agama Kristen dalam penyampaian tersebut,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat tetap tenang, bijaksana, dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai tafsir yang berpotensi merusak kebersamaan.
Victor juga menyampaikan penghargaan atas sikap toleran mayoritas umat Muslim di Indonesia yang selama ini menjaga harmoni kehidupan beragama.
Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah kendala di beberapa daerah terkait pelaksanaan ibadah maupun proses pendirian rumah ibadah.
“Ke depan, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus merawat dan menumbuhkan kerukunan antarumat beragama.
Kerukunan ini bukan sekadar cita-cita, melainkan fondasi kokoh bagi kemajuan, keadilan, dan persatuan bangsa Indonesia,” katanya.
Ia juga memohon kepada Jusuf Kalla sebagai tokoh nasional agar berkenan memberikan perhatian dan dukungan proses pendirian beberapa rumah ibadah berjalan dengan baik dan adil.
Sebelumnya, pada 11 April 2026, Victor sempat meminta klarifikasi kepada Jusuf Kalla terkait isi ceramah yang beredar di media sosial dan menyinggung penggunaan istilah syahid bagi umat Kristen.
Menurut Victor saat itu, apabila pernyataan tersebut tidak pernah disampaikan, maka klarifikasi dari JK akan membantu meredakan keresahan publik.
Namun jika memang disampaikan, ia menilai permintaan maaf akan menjadi langkah bijak yang mencerminkan keteladanan dan kebesaran jiwa seorang tokoh nasional. []


