Fadli Zon: 4 Pilar Kebangsaan Merupakan Puncak Kebudayaan Indonesia

Jakarta, OPSI.ID – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menegaskan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, tidak hanya menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga merupakan bagian dari puncak kebudayaan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Fadli Zon saat menghadiri pembukaan Grand Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 di Gedung Nusantara, Jakarta, Minggu 23 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti peserta yang merupakan perwakilan dari 38 provinsi di Indonesia.

Fadli mengapresiasi MPR RI yang dinilai konsisten merawat tradisi pemahaman kebangsaan melalui penyelenggaraan LCC 4 Pilar.

Menurutnya, kehadiran para pelajar dari berbagai daerah menjadi gambaran nyata keberagaman Indonesia sekaligus menunjukkan kuatnya semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.

“Penyelenggaraan LCC 4 Pilar ini memiliki arti penting jika kita tinjau dari sudut pandang kebudayaan. Sebab, empat pilar kebangsaan ini bukan sekadar dokumen hukum politik atau norma ketatanegaraan formal saja, tetapi juga puncak-puncak kebudayaan kita,” kata Fadli.

Ia bahkan mengusulkan agar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia turut ditempatkan sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Fadli, secara historis Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan titik awal yang melahirkan Indonesia sebagai negara merdeka.

“Kalau bisa jadi lima pilar. Salah satunya yang mungkin kita agak terlupa ketika menyusun ini adalah Proklamasi. Ini harusnya menjadi pilar pertama dari negara kita, karena tanpa Proklamasi ini empat pilar yang lain tidak ada,” ujarnya.

Fadli menjelaskan, setelah Proklamasi, empat pilar lainnya memiliki posisi fundamental dalam membangun kehidupan bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Menurutnya, Pancasila sendiri merupakan hasil dari proses panjang penggalian nilai-nilai yang telah hidup di tengah masyarakat Nusantara.

Nilai-nilai seperti kearifan lokal, gotong royong, musyawarah, dan religiositas masyarakat dari berbagai suku bangsa menjadi bagian penting yang membentuk karakter bangsa Indonesia.

“Pancasila sebagai puncak kebudayaan Nusantara menunjukkan bagaimana local wisdom, kearifan lokal, gotong royong, musyawarah, religiositas suku-suku bangsa luar biasa,” jelasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

AFC Nations League Bakal Jadi Kualifikasi Piala Dunia 2034, Begini Formatnya

Jakarta, OPSI.ID - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) disebut...

Sea World Ancol Masuki Era Ekowisata Berbasis Teknologi Digital di HUT ke-34

Jakarta - Memasuki fase kematangan institusional di tahun kelahirannya...

AI Minum Air Waduk Jatiluhur: Mengapa Proyek Rp3,5 Triliun Bisa Dibangun Tanpa AMDAL dan PBG?

*Opini: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik...

Anya Geraldine dan Omar Daniel Bintangi Video Klip Terpesona Milik BCL & Josh Flo

Jakarta - Dunia musik tanah air kembali disuguhkan karya...

Turbokidz Rilis Single Jangan Ganggu Hari Ini via demajors

Jakarta - Grup musik indie pop/alternative Turbokidz kembali memperkaya...

PT DSI Perkuat Ekosistem Ekspor Komoditas Strategis melalui Pilot Platform

Jakarta — PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI...

Wantimpres Prabowo 26 Orang: Seberapa Mahal Harga Sebuah Nasihat?

*Opini: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik...

Berita Terbaru

Popular Categories