Pelajar Diminta Jadi Duta Budaya
Dalam kesempatan itu, Fadli secara khusus berpesan kepada para peserta LCC 4 Pilar MPR RI 2026 agar tidak hanya menjadikan kompetisi tersebut sebagai ajang menguji pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang untuk mengenal dan menghargai keragaman budaya Indonesia.
Ia mengajak para peserta dari 38 provinsi untuk saling bertukar cerita mengenai tradisi, kearifan lokal, serta keunikan budaya dari daerah masing-masing.
“Saudara-saudara hadir di sini membawa wangi tanah kelahiran masing-masing, keunikan budaya masing-masing. Jadikanlah ajang ini sebagai ruang perjumpaan budaya, saling bertukar cerita tentang tradisi, kearifan lokal, keindahan daerah, dan juga menjadi duta-duta budaya kita,” kata Fadli.
Ia menekankan bahwa kemenangan dalam kompetisi tidak semata-mata diukur dari piala yang berhasil dibawa pulang.
Lebih dari itu, nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti kompetisi diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kemenangan sejati bukan membawa pulang piala, tapi ketika mampu menerapkan nilai gotong royong, kejujuran, sportivitas, dan sebagai duta-duta budaya masing-masing,” ujarnya.
Fadli berharap LCC 4 Pilar MPR RI dapat melahirkan generasi muda yang memiliki pemahaman kuat tentang kebangsaan, mencintai kebudayaan, menghargai keberagaman, serta memiliki kesiapan menjadi pemimpin Indonesia pada masa mendatang.
“Kami di Kementerian Kebudayaan tentu sangat mendukung, dan mudah-mudahan kegiatan Grand Final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar ini menjadi bagian yang memajukan kebudayaan nasional kita juga di masa kini dan masa depan,” pungkasnya. []


