Bahkan wilayah Burana, Pangadaran, dan Baruru disebut berpotensi menjadi lumbung pangan Kabupaten Mamasa apabila didukung pembangunan infrastruktur yang memadai.
“Beberapa tahun silam, hasil pertanian dari Burana, Pangadaran, dan Baruru pernah dipasarkan hingga ke Kecamatan Bumal, Aralle, dan sejumlah desa di Kecamatan Tabulahan,” jelasnya.
Forum tersebut juga menegaskan akan melakukan konsolidasi bersama masyarakat, pelajar, dan mahasiswa asal tiga desa yang berada di luar daerah untuk memperjuangkan pembangunan jalan tersebut.
“Hari ini kami sepakat membangun konsolidasi besar bersama masyarakat tiga desa untuk melakukan gerakan menuntut keadilan pembangunan,” tegas Jhon.
Sementara itu, penggagas Forum Pemerhati Pembangunan Desa Burana–Pangadaran–Baruru, Nisan Parrokak, mengatakan sudah saatnya generasi muda dari desa terpencil bangkit memperjuangkan hak-hak masyarakat.
“Kalau pemuda diam, siapa lagi yang akan memperjuangkan hak masyarakat? Di era demokrasi ini dibutuhkan keberanian untuk menyuarakan pembangunan,” ujarnya.
Mantan Ketua Gemapus Makassar itu mengungkapkan bahwa sejak awal terbentuknya Kabupaten Mamasa, janji pembangunan jalan terus disampaikan, namun hingga kini belum terealisasi.
“Kini kita sadar, jika terus diam maka kita akan tetap menjadi anak tiri di Kabupaten Mamasa,” katanya.
Ia menegaskan ratusan pemuda, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat siap merapatkan barisan untuk memperjuangkan pembangunan jalan poros Lakahang–Burana–Pangadaran–Baruru demi pemerataan pembangunan di Kabupaten Mamasa. []
Reporter: Eka Musriang


