PADANGSIDIMPUAN, Opsi.id – Aksi brutal sekelompok pemuda menggegerkan sebuah angkringan di Jalan Merdeka, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.
Seorang karyawan menjadi korban pembacokan hingga mengalami luka serius dan harus mendapatkan 25 jahitan.
Pemilik angkringan, Mukti Harahap, mengatakan peristiwa itu bermula saat tiga pemuda datang mengendarai sepeda motor ke lokasi usahanya.
“Setibanya di angkringan, mereka melontarkan kata-kata kasar dan bernada intimidasi kepada pekerja,” kata Mukti, Selasa (28/7/2026).
Menurut Mukti, pekerjanya sempat menegur ketiga pemuda tersebut sehingga terjadi adu mulut.
Baca juga: RSUD Padangsidempuan Geger, Keluarga Pasien Tewas Usai Lompat dari Lantai Empat
Tak lama berselang, ketiga pemuda itu kembali ke lokasi bersama sejumlah rekannya dengan membawa senjata tajam dan batu.
“Mereka datang dengan jumlah yang banyak membawa senjata tajam dan batu, lalu melakukan penyerangan di lokasi angkringan,” ujarnya.
Akibat penyerangan itu, para pengunjung panik dan berhamburan menyelamatkan diri.
Seorang karyawan angkringan bernama Reza Azhari menjadi korban pembacokan. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangsidimpuan karena mengalami luka bacok yang membutuhkan 25 jahitan.
Mukti mengaku tidak mengenal para pelaku dan menyatakan tidak pernah memiliki persoalan dengan mereka.
“Saya tidak kenal dan tidak punya masalah dengan para pelaku. Mereka langsung melakukan penyerangan hingga menyebabkan pekerja dibacok secara membabi buta,” katanya.
Selain menimbulkan korban luka, aksi penyerangan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas angkringan.
Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Mukti berharap aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat.
Baca juga: Evakuasi Barang di Kantornya, Personel Satpol PP Sidimpuan Tersengat Listrik
Sementara itu, Kasi Humas Polres Padangsidimpuan AKP Ida Meri mengatakan polisi telah mengamankan empat orang terkait peristiwa tersebut.
“Ada empat orang yang sudah diamankan. Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Padangsidimpuan,” ujar Ida saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Polisi masih mendalami motif penyerangan serta memburu pelaku lain yang diduga ikut terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. []


