Kondisi kemarau yang berlangsung saat ini dinilai membuat lahan lebih mudah terbakar. Risiko tersebut semakin tinggi dengan adanya fenomena El Nino yang kuat.
Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat ikut mengambil bagian dalam upaya pencegahan karhutla.
Agustiar juga mengungkap adanya dugaan pembakaran yang dilakukan secara sengaja oleh pihak tertentu.
Menurutnya, indikasi tersebut membuat informasi dari masyarakat menjadi penting untuk membantu aparat melakukan penindakan.
Ia mencontohkan penanganan kasus di Kabupaten Pulang Pisau. Dalam kasus tersebut, aparat mengamankan dua orang yang diduga berkaitan dengan kebakaran di 12 lokasi.
“Kapolda kemarin menangkap di Pulang Pisau dua orang di 12 titik, artinya diduga ada yang sengaja mengoordinir. Makanya, kalau ada informasi yang akurat, laporkan kepada kami. Tidak perlu takut, identitasnya dirahasiakan,” ujar Agustiar.
Pemberian hadiah Rp5 juta tersebut, lanjut dia, bukan dimaksudkan agar masyarakat saling menuduh.
Insentif itu diberikan sebagai bentuk apresiasi bagi warga yang menyampaikan informasi yang terbukti membantu penanganan karhutla.
Karena itu, Agustiar meminta masyarakat terlebih dahulu memastikan kebenaran informasi sebelum melaporkannya.
Ia menegaskan laporan tidak boleh dibuat-buat atau diarahkan untuk memfitnah pihak tertentu.
Di sisi lain, Agustiar meminta Bupati Kotim meningkatkan koordinasi dengan Dandim, Polres, serta seluruh unsur terkait.
Langkah tersebut dinilai penting agar pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah Kotim dapat berjalan lebih cepat dan terpadu. []


