Halle Bailey Ungkap Rasisme Saat Bintangi Film The Little Mermaid

Jakarta – Aktris Halle Bailey kembali membuka cerita tentang pengalaman pribadinya ketika memerankan Ariel dalam film live-action Disney The Little Mermaid.

Tiga tahun setelah film tersebut tayang perdana pada Mei 2023, Bailey mengungkap bagaimana dirinya menghadapi reaksi rasisme dari sebagian publik. Sekaligus bagaimana pengalaman itu membentuk dirinya sebagai seorang artis.

Ketika Disney pertama kali mengumumkan Halle Bailey sebagai pemeran Ariel, sebagian netizen melancarkan kritik keras. Pemilihan aktris kulit hitam untuk karakter ikonik Disney itu memicu perdebatan panjang, bahkan tagar #NotMyAriel sempat menjadi tren di platform X. Bailey pun menjadi sasaran pelecehan online dari penggemar toksik.

Meski menghadapi tekanan besar, Bailey menegaskan bahwa ia tidak menyimpan pandangan buruk terhadap proses perilisan film tersebut. Dalam wawancara dengan The Independent, ia menyebut pengalaman itu sebagai sesuatu yang indah dan penuh pelajaran.

“The Little Mermaid adalah pengalaman yang indah bagi saya, dan saya merasa seperti itu mengajari saya untuk mendengarkan diri saya sendiri dan suara-suara baik di dalamnya. Saya belajar bagaimana mengabaikan kebisingan,” ujarnya.

Bailey mengaku sempat bingung berada di tengah perbincangan publik dengan banyak pendapat yang saling bertentangan. Namun, ia merasa terbebaskan karena bisa melihat dirinya sendiri dari perspektif baru.

“Tumbuh di industri ini benar-benar bisa mengembangkan rasa diri, dan bagi saya, itu membuat saya tetap membumi dengan cara tertentu,” katanya.

Untuk menjaga ketenangan di tengah sorotan Hollywood, Bailey sering mencari keteduhan di alam. Ia menekankan pentingnya perspektif agar tidak terjebak dalam hiruk-pikuk industri hiburan.

“Saya ada di sini sebuah berkah, dan saya bersyukur bisa bermusik dan berakting, tetapi pada saat yang sama, ini bukanlah hal terpenting dalam hidup. Yang penting tetap membumi, dan menjaga orang-orang yang kita cintai,” tuturnya.

Beberapa bulan sebelum film The Little Mermaid tayang, Bailey sudah memperkirakan akan menghadapi reaksi rasis.

“Sebagai orang kulit hitam, saya sudah memperkirakan hal itu,” katanya.

Ia juga mengingat pesan Beyoncé saat dirinya dan Chlöe Bailey bergabung dengan Parkwood: “Saya tidak pernah membaca komentar. Jangan pernah membaca komentar”. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Bejat! Oknum Kiai di Pati Cabuli 50 Santriwati di Ponpes

Pati, Opsi.id - Kasus pencabulan kembali terungkap. kali ini...

Profil Karutan Balige Valen Sonar Rumbiak, Sah Menyandang Marga Pardede

Toba, Opsi.id - Kepala Rutan Kelas IIB Balige, Valen...

Operasi Pasar Murah Jadi Cara KSBSI Sulbar Perjuangkan Aspirasi Pekerja

Polman, OPSI.OPSI.ID - Di tengah berkembangnya berbagai persoalan ketenagakerjaan,...

Polda Sulbar Jadi Pelopor Pembangunan Kantor PJR di Indonesia

Mamuju, OPSI.ID - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Barat...

Piala Dunia 2026, Group A: Meksiko, Korea Selatan, Afrika Selatan, dan Ceko

Jakarta, Opsi.id - Piala Dunia 2026 Group A diisi...

Sejumlah Negara Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Brasil hingga Korea Selatan Siap Tempur

Jakarta, Opsi.id  – Sejumlah negara peserta FIFA World Cup...

Membaca Pergerakan IHSG yang Tertekan Tajam Saat Rupiah Jeblok ke Rp17.670 per Dolar AS

*Opini: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik...

Ibu dan Anak Hilang Tertimbun Longsor di Batangtoru, Tapanuli Selatan

Hujan deras memicu tanah longsor di kawasan perbukitan labil....

Berita Terbaru

Popular Categories