Majene, OPSI.ID – Polres Majene kembali menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seorang perempuan lanjut usia (lansia) di Lingkungan Baruga, Kelurahan Baruga, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene.
Konferensi pers tersebut dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Fredy. Ia didampingi Kasi Humas Polres Majene Iptu Suyuti serta Kanit PPA Aipda Nasri dan dihadiri sejumlah awak media.
Dalam keterangannya, Kasi Humas Polres Majene Iptu Suyuti mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan seorang wanita berinisial MTH (39). Merupakan warga Kelurahan Labuang Utara, Kecamatan Banggae Timur, atas dugaan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban berinisial NS (65), seorang ibu rumah tangga warga Kelurahan Baruga, meninggal dunia.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Selasa, 5 Mei 2026 sekitar pukul 15.15 WITA di rumah korban. Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka awalnya mendatangi rumah korban sekitar pukul 09.00 WITA untuk melakukan klarifikasi terkait persoalan pinjaman uang.
Datangi Rumah Korban dan Berbincang
Setelah berbincang cukup lama, tersangka sempat meninggalkan rumah korban. Namun sekitar pukul 14.00 WITA, tersangka kembali karena jam tangannya tertinggal di rumah korban.
Saat kembali berada di rumah korban, keduanya kembali berbincang di ruang tamu. Situasi kemudian memanas ketika korban diduga menunjuk ke arah wajah tersangka sambil berbicara dengan nada tinggi terkait kebiasaan tersangka datang untuk berutang meski keduanya tidak memiliki hubungan dekat.
Ucapan tersebut diduga memicu emosi tersangka. Dalam kondisi marah, tersangka menuju dapur dan mengambil batu ulekan sebelum kembali menghampiri korban dan melakukan penganiayaan. Pelaku memukul bagian kepala korban secara berulang kali hingga korban terjatuh di atas tempat tidur.
Pelaku Berupaya Hilangkan Jejak
Tidak berhenti di situ, tersangka kemudian diduga berupaya menghilangkan jejak dengan membakar tissu menggunakan kompor gas. Lalu membakar pakaian daster dan melemparkannya ke tubuh korban hingga api merambat ke springbed dan kamar korban.


