“Kemenangan sejati dalam lomba Cerdas Cermat Empat Pilar ini adalah mereka harus terus menjadi contoh kegotongroyongan, contoh dan teladan bagi kebersamaan, toleransi, persatuan, persahabatan, dan kebinekaan,” ujarnya.
Muzani mengatakan, nilai-nilai tersebut penting untuk terus dipegang para peserta karena mereka merupakan duta Empat Pilar sekaligus calon pemimpin bangsa.
Menurutnya, MPR tidak sekadar ingin melahirkan pemenang lomba, tetapi juga mencetak kader bangsa yang memahami konstitusi dan memiliki landasan kebangsaan yang kuat.
“Yang kita ingin lahirkan bukan sekadar para pemenang lomba. Yang ingin kita lahirkan adalah mencetak kader-kader bangsa, orang-orang yang mengerti tentang konstitusi negara,” katanya.
Ia pun meminta para peserta untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk terus mengembangkan diri.
Meski kompetisi Cerdas Cermat Empat Pilar suatu saat akan berakhir, kebiasaan membaca, belajar, berdiskusi, bertanya, dan berguru harus terus dilakukan.
“Teruslah berlatih, teruslah membaca, teruslah berguru, teruslah bertanya, dan teruslah berdiskusi,” pesan Muzani.
Ia menambahkan, kewajiban untuk terus belajar bukan hanya berlaku bagi pelajar, tetapi juga bagi para pemimpin dan anggota MPR.
Menurutnya, proses belajar diperlukan untuk menemukan kebenaran yang baik, hakiki, serta membangun kesepahaman bersama.


