Dalam kesempatan tersebut, Muzani juga menegaskan bahwa MPR merupakan rumah kebangsaan dan rumah bersama bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Karena itu, keberagaman peserta dari berbagai provinsi menjadi gambaran nyata persatuan Indonesia.
Ia berharap hubungan antarpeserta tidak berhenti setelah kompetisi berakhir.
Muzani bahkan mengusulkan agar seluruh peserta final membentuk grup komunikasi untuk menjaga silaturahmi dan memperkuat persaudaraan.
“Kita adalah satu keluarga besar Republik Indonesia, dan kita semua adalah sama-sama peserta lomba Grand Final Lomba Empat Pilar MPR,” ujarnya.
Muzani mengingatkan bahwa dalam setiap kompetisi tentu ada pemenang dan peserta yang tersisih.
Namun, menurutnya, seluruh peserta memiliki kedudukan yang sama dalam menjalankan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.
Ia meminta para peserta terus menjaga persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
“Kalau itu Saudara-Saudara bisa lakukan, maka syarat Saudara untuk menjadi pemimpin sudah mulai tumbuh,” katanya.
Muzani optimistis di antara para peserta Grand Final Cerdas Cermat Empat Pilar akan muncul calon pemimpin daerah maupun nasional.
Ia menyebut para peserta memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari generasi yang kelak menggantikan para anggota MPR saat ini.
“Bukan tidak mungkin, karena ada 732 anggota MPR pada waktunya harus berganti, dan orang-orang yang menggantikan adalah orang-orang yang memiliki kualitas seperti para peserta lomba final Cerdas Cermat ini,” tutur Muzani.
Mengakhiri sambutannya, Ahmad Muzani secara resmi membuka Grand Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat nasional 2026. []


