Seperti program Sekolah Rakyat, penguatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), serta reformasi perlindungan sosial nasional.
Menanggapi pemaparan tersebut, Kristien Samiyati Pati menyampaikan bahwa masyarakat NTT masih menghadapi tantangan sosial yang cukup kompleks.
Selain persoalan kemiskinan dan dampak perubahan iklim, tingginya angka pekerja migran asal NTT yang meninggal dunia di perantauan juga menjadi perhatian serius.
“Kondisi geografis kepulauan di NTT membuat banyak masyarakat rentan mengalami keterbatasan akses layanan sosial,” ujar Kristien.
Dalam kesempatan itu, Komisi V DPRD NTT mengajukan empat agenda utama kepada Kementerian Sosial RI, yakni:
- Skema perlindungan sosial untuk pemulangan jenazah PMI hingga ke desa asal.
- Penguatan layanan rehabilitasi sosial dan kesehatan jiwa masyarakat.
- Penguatan lumbung sosial dan afirmasi perlindungan sosial bagi wilayah rawan kekeringan dan kepulauan.
- Dukungan berkelanjutan terhadap pengembangan program Sekolah Rakyat di NTT.
DPRD NTT juga menyoroti kendala pemutakhiran data sosial akibat kondisi geografis wilayah kepulauan.
Mereka meminta adanya afirmasi khusus agar penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran.
BACA JUGA: Kapolda NTT Copot 4 Anggota Polisi yang Bunuh Tahanan di Sumba Barat
Menteri Saifullah Yusuf menyatakan seluruh usulan akan dicatat dan dikoordinasikan dengan kementerian terkait untuk ditindaklanjuti.
Ia juga mengungkapkan rencana kunjungan kerja ke NTT pada 30–31 Mei 2026 dalam rangka peringatan Hari Lanjut Usia Nasional. []
Kontributor NTT: Irekz


