Luhut Usul Perluasan Uji Coba Digitalisasi Bansos ke 100 Daerah Baru, Siap Diterapkan Nasional Akhir 2026

JAKARTA, Opsi.id  – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan perluasan program percontohan (piloting) digitalisasi bantuan sosial (bansos) dengan menambah 100 kabupaten/kota baru.

Usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna.

Menurut Luhut, penambahan lokasi piloting tidak sekadar memperluas cakupan program, tetapi juga menjadi langkah untuk menguji kesiapan sistem sebelum diterapkan secara nasional pada Oktober hingga November 2026.

“Perluasan ini bukan hanya menambah cakupan, melainkan menguji ketangguhan sistem yang digunakan. Harapannya, saat diterapkan secara nasional pada Oktober–November tahun ini, sistem benar-benar siap melayani masyarakat tanpa kendala,” tulis Luhut melalui akun Instagram resminya, Senin (3/8/2026).

Saat ini, uji coba digitalisasi bansos telah berlangsung di 43 kabupaten/kota yang tersebar di 26 provinsi.

Program tersebut melibatkan sekitar 140 ribu agen yang menjangkau 38,7 juta jiwa, dan jumlahnya akan terus bertambah seiring perluasan wilayah pelaksanaan.

Luhut mengatakan, tahap berikutnya akan memprioritaskan daerah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca juga: Luhut Gandeng Akademisi Percepat Transformasi Digital Pemerintahan

Baca juga: Aplikasi Jaramba, Digitalisasi Angkutan Umum

Baca juga: Luhut Usung Isu Pelestarian Hutan di Nusa Dua Forum, Investasi Hijau Jadi Prioritas Indonesia

Menurutnya, sistem bantuan yang cepat dan tepat sasaran sangat dibutuhkan untuk mendukung proses pemulihan masyarakat di wilayah tersebut.

Sebagai tindak lanjut, Luhut mengaku telah mengundang Menteri Dalam Negeri pada Senin pagi untuk memastikan seluruh persiapan dan pelaksanaan piloting tahap berikutnya berjalan lancar.

Ia juga meminta dukungan Kemendagri agar para kepala daerah aktif berkoordinasi dan mengawal implementasi program di daerah masing-masing.

Dalam skema yang disiapkan pemerintah, setelah proses perluasan (rollout), pada akhir 2026 hingga awal 2027 akan diumumkan data masyarakat yang dinilai layak menerima bantuan sosial sebelum penyaluran dilakukan.

Luhut menegaskan, masyarakat akan diberi kesempatan mengajukan sanggahan apabila menemukan data penerima yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Mekanisme tersebut diharapkan dapat meningkatkan akurasi data sekaligus memperkuat pengawasan publik terhadap penyaluran bansos.

“Secanggih apa pun teknologi yang dirancang, hanya akan bernilai jika kita gunakan untuk membuat sistem yang hadir lebih dekat dan melayani masyarakat secara merata. Jangan sampai rakyat yang sedang kesulitan harus menunggu terlalu lama hanya karena alasan administratif,” ujar Luhut.

Ia menambahkan, transformasi digital di sektor bantuan sosial harus mampu mendekatkan pemerintah dengan masyarakat sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang lebih adil, transparan, dan tepat sasaran. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

AFC Nations League Bakal Jadi Kualifikasi Piala Dunia 2034, Begini Formatnya

Jakarta, OPSI.ID - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) disebut...

Sea World Ancol Masuki Era Ekowisata Berbasis Teknologi Digital di HUT ke-34

Jakarta - Memasuki fase kematangan institusional di tahun kelahirannya...

AI Minum Air Waduk Jatiluhur: Mengapa Proyek Rp3,5 Triliun Bisa Dibangun Tanpa AMDAL dan PBG?

*Opini: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik...

Anya Geraldine dan Omar Daniel Bintangi Video Klip Terpesona Milik BCL & Josh Flo

Jakarta - Dunia musik tanah air kembali disuguhkan karya...

Turbokidz Rilis Single Jangan Ganggu Hari Ini via demajors

Jakarta - Grup musik indie pop/alternative Turbokidz kembali memperkaya...

PT DSI Perkuat Ekosistem Ekspor Komoditas Strategis melalui Pilot Platform

Jakarta — PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI...

Wantimpres Prabowo 26 Orang: Seberapa Mahal Harga Sebuah Nasihat?

*Opini: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik...

Berita Terbaru

Popular Categories