Mahfud Md: Polisi Lakukan Tindakan Terukur di Wadas, Tapi Dituding Sewenang-wenang

Jakarta – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md membahas soal polemik represifitas aparat polisi terhadap warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi sempat menangkap puluhan warga Desa Wadas, dengan dalih masyarakat yang diamankan itu membawa senjata tajam.

“Ketika (polisi) tidak bertindak dituding tidak bertanggung jawab, tetapi jika bertindak bisa dituding melanggar HAM. Kasus di Wadas itu Polri sudah melakukan tindakan terukur, sekalipun dituding di situ dianggap sewenang-wenang,” kata Mahfud saat memberi sambutan di Konferensi Internasional Prinsip-Prinsip HAM di Jakarta, Kamis, 10 Februari 2022.

Baca juga: Mahfud Md Instruksikan Polisi Bersikap Humanis, Jangan Langgar HAM

Dia mengingatkan anggota Polri memiliki kewenangan sebagai penegak hukum yang dibekali senjata untuk membatasi hak orang-orang tertentu.

Kewenangan itu, kata Mahfud Md, jika tidak digunakan secara humanis dan sesuai prosedur, maka berpotensi menjadi celah terjadinya pelanggaran HAM.

Oleh karena itu, empat prinsip HAM, seperti proporsionalitas, legalitas, akuntabilitas, dan nesesitas harus selalu menjadi pedoman anggota Polri setiap menjalankan tugasnya.

Baca juga: Peristiwa Wadas, MUI: yang Menciptakan Teror Bukan Teroris Tapi Negara

Menurut dia, empat prinsip itu nantinya berguna saat anggota Polri dihadapkan pada situasi yang dilematis.

Desa Wadas menjadi sorotan usai kepolisian diterjunkan ke desa tersebut pada Selasa, 8 Februari 2022. Pasukan polisi bersenjata lengkap itu dikerahkan untuk mengawal pengukuran lahan tambang batu andesit proyek Bendungan Bener.

Namun, anggota kepolisian tak hanya mengawal tim Badan Pertanahan Nasional (BPN). Mereka juga menangkap warga Desa Wadas yang dianggap memprovokasi penolakan rencana penambangan tersebut. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Bejat! Oknum Kiai di Pati Cabuli 50 Santriwati di Ponpes

Pati, Opsi.id - Kasus pencabulan kembali terungkap. kali ini...

Profil Karutan Balige Valen Sonar Rumbiak, Sah Menyandang Marga Pardede

Toba, Opsi.id - Kepala Rutan Kelas IIB Balige, Valen...

Pramono Anung Prioritaskan Keamanan saat Proyek LRT Jakarta 1B Velodrome-Manggarai Dikebut

‎Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan aspek...

DPRD Minta Direktur Baru Benahi Pelayanan RSUD SK Lerik Kupang

Kupang, Opsi.id - DPRD Kota Kupang meminta Direktur RSUD...

Bukan IKN, Pramono Anung: Jakarta Masih Sah Ibu Kota Negara Indonesia

‎Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi keputusan...

DPRD NTT Dorong Desa Migran EMAS untuk Cegah Trafficking PMI

Jakarta, Opsi.id  - Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur...

Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina dan Pamer Jersey Anti-Madrid

Barcelona, Opsi.id - Pemain muda Lamine Yamal menjadi pusat perhatian...

Jokowi Disebut Siap Keliling Indonesia, Papua Masuk Agenda Kunjungan

Jakarta, Opsi.id  - Jokowi disebut sudah pulih. Eks Presiden...

Berita Terbaru

Popular Categories