Membatasi Pergerakan Setiap Orang Bentuk Perlindungan HAM

Jakarta – Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Hamonangan Laoly mengatakan bahwa perlindungan dari pemerintah terhadap kelompok rentan yang terdampak pandemi Covid-19 merupakan bentuk dari perlindungan hak asasi manusia.

Menurutnya, dalam mengemban amanat konstitusi untuk melaksanakan perlindungan HAM dan keselamatan publik pada masa pandemi Covid-19, pemerintah dengan berat hati harus mengambil kebijakan melakukan pembatasan-pembatasan hak warga untuk beraktivitas di berbagai sektor.

“Terpaksa dilakukan karena kebutuhan (dengan cara, red.) membatasi pergerakan setiap orang di semua sektor, seperti sektor pendidikan, sektor ekonomi, dan pembatasan untuk berkumpul,” kata Yasonna mengutip Antara di Jakarta, Jumat, 10 Desember 2021.

Sementara, dalam kondisi normal penerapan kebijakan pembatasan tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran HAM. Akan tetapi Yasonna menegaskan, justru cara itu ditempuh sebagai bentuk perlindungan terhadap hak asasi manusia.

“Pemerintah sesungguhnya sedang melakukan perlindungan hak asasi manusia demi kepentingan seluruh rakyat, dan kepentingan yang lebih tinggi yakni melindungi hak hidup seluruh warga,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan ini berharap, Hari Hak Asasi Manusia Sedunia tahun 2021, yang mengusung tema kesederajatan, kesetaraan, persamaan hak, menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial masyarakat, serta solidaritas global di antara bangsa-bangsa, untuk bergotong royong menangani pandemi Covid-19.

“Khususnya upaya untuk mempercepat pemulihan kondisi sosial ekonomi dan psikologis masyarakat yang disebabkan pandemi tersebut,” tuturnya.

Yasonna melanjutkan, meski adanya pembatasan berbagai kegiatan di masa pandemi, pemerintah tetap melaksanakan komitmennya untuk meningkatkan pemenuhan dan perlindungan hak asasi manusia, salah satunya menjadikan pelayanan publik sebagai prioritas program pemajuan HAM.

“Sekalipun dalam suasana yang masih prihatin, pemerintah tetap melaksanakan berbagai program pemajuan HAM di bidang pelayanan publik, penanganan pengaduan pelanggaran HAM, pelaksanaan Rencana Aksi Nasional HAM, sampai dengan pelaksanaan kewajiban-kewajiban internasional di bidang HAM,” ucap Yasonna Laoly.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Bukan Sekadar Pameran, Road to CMSE 2026 Lahirkan 76.236 Investor Baru

Jakarta – Upaya memperluas basis investor pasar modal Indonesia...

Helikopter Pemadam Karhutla Terjatuh di Barito Kuala, Seluruh Kru Berhasil Selamat

Barito Kuala – Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan...

Feri Amsari Patahkan Narasi Makar dalam Kasus Penyadapan Prabowo: Buktinya Apa?

JAKARTA, Opsi.id – Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto...

Bukan Sekadar Sadap, Jimly Ungkap Dugaan Agenda Melumpuhkan Pemerintahan Prabowo

JAKARTA, Opsi.id – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly...

Burhanuddin Muhtadi Beri Nilai 9 untuk Jokowi Saat Hadiri Sidang Ijazah, Soroti Kemampuan Jaga Emosi

JAKARTA, Opsi.id – Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi memberikan penilaian...

PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Kolaborasi Hadirkan Ring Tinju Kampung Melayu yang Diresmikan Pramono Anung

‎Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, PAM Jaya...

KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Layanan Inklusif, Fasilitas Khusus Disabilitas dan Lansia Disiapkan

Cirebon – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi...

Berita Terbaru

Popular Categories