TOLIKARA, Opsi.id — Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Festival Etnik Religi (FER) Tolikara 2026 yang berlangsung di Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, pada 12–13 Agustus 2026.
Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap festival yang mengangkat perpaduan antara iman, budaya, persaudaraan, dan keberagaman masyarakat di Tanah Papua.
Dalam pesan yang disampaikan, Nasaruddin Umar menyebut Festival Etnik Religi Tolikara sebagai wujud syukur atas iman dan budaya yang menyatu dalam kasih.
“Festival Etnik Religi Tolikara adalah wujud syukur atas iman dan budaya yang menyatu dalam kasih,” demikian pesan Menteri Agama dalam ucapan selamat dan sukses tersebut, dikutip Kamis (13/8/2026).
Nasaruddin berharap festival tersebut dapat menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, memperkuat kerukunan, serta mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Tolikara.
Menurutnya, semangat yang dibangun melalui festival tersebut sejalan dengan upaya memperkuat kerukunan umat dan kehidupan masyarakat yang damai di tengah keberagaman.
“Tolikara Tanah Injil, Tanah Ramah, Tanah Damai,” demikian pesan yang disampaikan Menteri Agama.
Festival Etnik Religi Tolikara 2026 mengusung semangat “Merawat Budaya, Menguatkan Iman, Membangun Peradaban.”
Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan masyarakat untuk menampilkan kekayaan budaya sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan persaudaraan.
Festival yang berlangsung selama dua hari tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Tolikara serta membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Dalam pesannya, Menteri Agama juga menekankan pentingnya kerukunan umat, layanan berkeadilan, moderasi beragama, serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Salam Harmoni, Kerukunan Umat untuk Indonesia Hebat,” demikian pesan penutup Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.
Festival Etnik Religi Tolikara 2026 diharapkan tidak hanya menjadi momentum pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan saling menghargai di Tanah Papua. []
Baca juga: Jelang Festival Etnik Religi 2026, Bupati Wandik Ajak Wisatawan Mancanegara Datang ke Tolikara


