Kekayaan
Berdasarkan laporan LHKPN, total kekayaan Qodari tercatat sekitar Rp261,9 miliar.
Rinciannya antara lain:
Tanah dan bangunan sekitar Rp182,7 miliar.
Kendaraan sekitar Rp933 juta.
Harta bergerak lain sekitar Rp9,86 miliar.
Surat berharga sekitar Rp475 juta.
Kas dan setara kas sekitar Rp70,7 miliar.
Utang sekitar Rp2,85 miliar.
Jumlah tersebut menempatkannya sebagai salah satu pejabat non-partai dengan kekayaan terbesar.
Qodari juga bukan sosok tanpa kontroversi.
Namanya sempat ramai saat mendorong wacana perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo. Kala itu memicu perdebatan luas di ruang publik.
Sebagian pihak menilai gagasan itu hanya simulasi politik.
Namun pengkritik menganggapnya bertentangan dengan semangat reformasi.
Sebagai pemilik lembaga survei, Qodari juga beberapa kali disorot soal independensi dan objektivitas.
Meski demikian, ia dikenal memiliki hubungan baik dengan elite kekuasaan. Sejak era Jokowi hingga kini dipercaya Presiden Prabowo.
Tantangan terbesar Qodari adalah memastikan seluruh kebijakan pemerintah tersampaikan dengan jelas. Di tengah derasnya arus informasi digital, maraknya disinformasi, dan persaingan narasi di media sosial. []


