Todung Mulya Lubis Kritik Tuntutan Jaksa
Pakar hukum Todung Mulya Lubis turut menyoroti tuntutan terhadap Nadiem.
Melalui unggahan di media sosial Facebook, Todung menilai pendekatan jaksa lebih menonjolkan semangat penghukuman dibanding pencarian keadilan.
“Logika jaksa adalah logika penghukuman, bukan logika keadilan,” tulis Todung.
Ia juga menilai asas praduga tak bersalah terasa dikesampingkan selama proses persidangan berlangsung.
Menurut Todung, tugas jaksa, pengacara, dan hakim seharusnya sama-sama bertujuan menghadirkan keadilan.
BACA JUGA: Hasto Bicara Kritik Pemerintah dan Pangan: Sekarang Dilaporkan ke Polisi
“Saya masih menyimpan harapan bahwa majelis hakim akan menjadikan keadilan sebagai roh dari putusan yang dilahirkannya,” katanya.
Todung bahkan mengutip buku The Indonesian Supreme Court: A Study of Institutional Collapse karya Sebastian Pompe sebagai pengingat pentingnya menjaga integritas peradilan.
Meski tuntutan telah dibacakan, proses persidangan terhadap Nadiem masih berlanjut dengan agenda pembelaan atau pledoi sebelum majelis hakim menjatuhkan putusan akhir. []


