Jakarta – Dunia komedi Indonesia kehilangan salah satu sosok pentingnya. Pelawak senior Topan Srimulat, bernama asli Topan Sugianto bin Doel Ghani, wafat pada Kamis, 27 Agustus 2026 di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada usia 71 tahun.
Kabar duka ini diumumkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui akun Instagram resminya dengan pesan duka cita.
“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Turut berduka cita atas berpulangnya Topan Sugianto, seniman Jawa Timur. Karya dan dedikasi beliau akan selalu dikenang,” tulis mereka.
Topan dikenal luas sebagai salah satu ikon komedi era 1990-an. Namanya melejit lewat program Ketoprak Humor dan duet bersama sang adik, Leysus, yang lebih dulu meninggal pada 3 Januari 2006.
Sebelum tampil di layar kaca, Topan telah lama aktif di panggung tradisional ketoprak serta berbagai acara komedi populer seperti Ronda, Pansus, dan Toples Show. Ia juga sempat bergabung dengan grup lawak legendaris Srimulat, yang menjadi salah satu fondasi komedi modern Indonesia.
Lahir di Malang pada 12 April 1955, Topan kemudian menetap di Griya Ketapang Permai, Desa Sukoharjo, Kecamatan Kepanjen. Selain dunia hiburan, ia juga aktif dalam kegiatan masyarakat, termasuk kepengurusan sepakbola lokal dan dukungan terhadap klub kebanggaan Malang, Arema.
Kepergian Topan meninggalkan duka mendalam bagi dunia komedi Indonesia, khususnya Jawa Timur. Gaya lawakannya yang sederhana, spontan, dan dekat dengan keseharian masyarakat membuatnya dicintai lintas generasi.
Banyak yang mengenang Topan sebagai sosok yang mampu menghadirkan tawa tanpa harus berlebihan, dengan karakter yang membumi dan penuh kehangatan.
Warisan karya Topan akan terus hidup melalui penampilan-penampilannya di televisi maupun panggung tradisional.
Kehadirannya dalam program Ketoprak Humor bersama Leysus menjadi salah satu momen penting dalam sejarah komedi Indonesia, memperlihatkan bagaimana humor tradisional bisa diterima luas oleh masyarakat urban.
Dengan berpulangnya Topan, dunia komedi kehilangan salah satu tokoh yang berkontribusi besar dalam membentuk wajah hiburan tanah air. Namun, tawa yang pernah ia hadirkan akan selalu dikenang, menjadi bagian dari perjalanan panjang komedi Indonesia. []

