Jakarta — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajak warga memilah sampah dari rumah sebagai langkah nyata menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik.
Ajakan tersebut digaungkan melalui deklarasi “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah” dalam rangkaian Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta Menuju 5 Abad di Koridor Jalan H.R. Rasuna Said, Pedestrian Pasar Festival, Jakarta Selatan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan pemilahan sampah dari sumber menjadi langkah penting untuk memperkuat pengelolaan sampah di Jakarta.
Ia menyoroti, mayoritas timbulan sampah berasal dari rumah tangga, sementara hampir separuhnya merupakan sampah organik dan sebagian lainnya masih berpotensi didaur ulang.
“Melalui Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa memilah sampah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bersama untuk menyelamatkan Jakarta dari darurat sampah,” ujarnya di Jakarta, pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Dudi menjelaskan, apabila pemilahan dilakukan sejak dari rumah, maka sebagian besar sampah dapat diselesaikan di tingkat hulu. Sampah organik dapat diolah, sampah anorganik dapat didaur ulang atau ditabung, sedangkan hanya sampah residu yang perlu dikirim ke fasilitas pengolahan akhir.
Ia menambahkan, langkah tersebut semakin penting karena mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah residu.
Bahkan, pada 2027, TPST Bantargebang ditargetkan tidak lagi menerima sampah. Karena itu, perubahan perilaku warga menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Sejumlah wilayah, seperti Kelurahan Rorotan, telah mulai menerapkan sistem pemilahan sampah dan akan menjadi model yang direplikasi ke berbagai wilayah lain di Jakarta.
Menurut Dudi, praktik baik di tingkat kelurahan menunjukkan pengurangan sampah dari sumber dapat dilakukan apabila pemerintah, warga, dan kolaborator bergerak bersama.
Deklarasi “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah” rencananya dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, serta sejumlah pejabat tinggi negara. Kegiatan ini juga menghadirkan berbagai aktivasi edukatif dan interaktif untuk mendekatkan budaya memilah sampah kepada masyarakat.
Warga dapat mengikuti aktivasi menabung sampah anorganik agar memahami bahwa sampah yang dipilah dengan baik juga memiliki nilai ekonomi. Sejumlah kolaborator yang tergabung dalam Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Lingkungan Hidup Klaster Persampahan, seperti Rekosistem, Plasticpay, Paragon Technology & Innovation, Rumah Sosial Kutub, dan mitra lainnya, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Selain deklarasi bersama, kegiatan ini juga diisi penayangan video edukasi, kampanye pemilahan sampah, serta penyuluhan oleh ratusan petugas. Untuk memastikan kawasan kegiatan tetap bersih, nyaman, dan tertata, DLH DKI Jakarta mengerahkan 200 petugas kebersihan beserta sarana dan prasarana pendukung di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said.
Fasilitas yang disiagakan meliputi tiga unit road sweeper, dua truk anorganik, dua truk compactor listrik, 100 dust bin, tiga tong sulo, 1.000 kantong plastik, lima bus toilet, dua tangki air kotor, dan dua tangki air bersih.
“Gerakan memilah sampah organik, anorganik, limbah B3 rumah tangga, dan residu dari sumber merupakan langkah sederhana, tetapi berdampak besar bagi masa depan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan,” kata Dudi. []


