Penganiayaan Dua Bocah di Dairi, Polisi Ungkap Pengasuh Positif Pengguna Sabu

DAIRI, Opsi.id  — Kasus dugaan penganiayaan brutal terhadap dua bocah bersaudara berusia 7 dan 6 tahun di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, memasuki babak baru.

Polisi mengungkap bahwa RS (52), pengasuh yang diduga melakukan penganiayaan, dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu berdasarkan pemeriksaan urine.

Fakta tersebut disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Dairi Iptu Darman Lumbanraja, Kamis (27/8/2026).

“Fakta baru yang kami temukan, bahwa ternyata pelaku ini juga positif menggunakan narkotika jenis sabu-sabu,” kata Darman kepada wartawan di Polres Dairi.

Polisi masih mendalami perkara tersebut, termasuk rangkaian penganiayaan yang diduga dialami kedua korban, AGP (7) dan AP (6), selama berada dalam pengasuhan RS.

Diduga Dipicu Persoalan Upah Rp500 Ribu

Menurut penyelidikan polisi, ibu kedua korban sebelumnya menitipkan anak-anaknya kepada RS karena harus bekerja di luar daerah.

RS disebut mendapat upah mengasuh sebesar Rp500 ribu setiap minggu. Namun, pembayaran upah tersebut diduga mengalami kendala.

Polisi menduga persoalan inilah yang kemudian memicu kemarahan RS dan dilampiaskan kepada kedua anak yang diasuhnya.

“Untuk motifnya adalah karena gaji yang disepakati setiap minggu Rp500 ribu ini mengalami kendala, sehingga pelaku ini merasa tidak terima dan melampiaskannya kepada si anak,” ujar Darman.

Sapu, Hanger hingga Kayu Diduga Digunakan

Hasil pemeriksaan sementara polisi mengungkap dugaan kekerasan dilakukan berulang kali dengan menggunakan berbagai benda yang tersedia di rumah.

Polisi menyebut antara lain sapu, hanger, sandal hingga kayu diduga digunakan untuk menganiaya korban.

Luka ditemukan pada berbagai bagian tubuh kedua anak. Polisi juga menduga kepala korban pernah dibenturkan, sementara bibir salah seorang korban mengalami luka akibat dibakar menggunakan korek api.

“Semua sekujur tubuh korban ini mengalami penganiayaan, mulai dari kepala dibenturkan, kemudian juga tangannya, bibirnya ada yang dibakar menggunakan mancis,” ungkap Darman, dikutip dari Merdeka.

Akibat dugaan penganiayaan berulang tersebut, salah satu korban bahkan mengalami patah tulang pada lengan kiri.

“Kemudian perutnya semua bekas luka penganiayaan semua, kakinya juga, dan lengan sebelah kiri mengalami patah tulang karena didorong,” katanya.

Terbongkar setelah Bocah Ditemukan Warga

Kasus ini terungkap setelah AGP ditemukan warga di belakang Gedung Nasional Djauli Manik, Sidikalang, Jumat (21/8/2026).

Kondisi anak tersebut saat ditemukan mengundang perhatian warga.

Rekaman mengenai kondisi korban kemudian beredar luas di media sosial hingga akhirnya kasus tersebut dilaporkan kepada polisi.

Polres Dairi kemudian mengamankan RS sekaligus mengevakuasi kedua anak untuk memperoleh penanganan medis.

Keduanya sempat mendapatkan pertolongan di RSUD Sidikalang.

Karena membutuhkan perawatan lebih intensif, kedua korban selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Haji Medan.

Menurut polisi, kondisi kedua anak kini berangsur membaik.

“Saat ini kondisi korban sudah semakin membaik. Langsung ditangani penanganan pertama dari tim medis RSUD Sidikalang dan saat ini sudah dirujuk ke Rumah Sakit Haji di Medan untuk penanganan yang lebih baik,” ujar Darman.

Sementara itu, penyidik Polres Dairi masih melanjutkan pemeriksaan terhadap RS, termasuk mendalami temuan hasil tes urine positif sabu serta kaitannya dengan perkara yang tengah ditangani.

Kasus ini menjadi perhatian setelah dugaan kekerasan terhadap dua anak yang seharusnya berada dalam pengasuhan dan perlindungan justru terbongkar dengan luka serius di sejumlah bagian tubuh mereka. []

Baca juga: Bocah Lelaki 7 Tahun di Dairi Disiksa Pengasuh, Bibir Dibakar hingga Tangan Patah

Baca juga: Warga Dairi Minta Komisi XII DPR RI Rekomendasikan Pencabutan Izin Lingkungan PT DPM

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Penumpang Malaysia Bawa Emas 5,25 Kg Tanpa Dokumen, Digagalkan Bea Cukai di Kertajati

Majalengka – Upaya membawa keluar negeri emas batangan senilai...

Vokalis Muhammad Irfan Resmi Mengundurkan Diri dari Band Govinda

Jakarta - Grup musik pop-rock terkemuka tanah air, Govinda,...

Burhanuddin Muhtadi: Potensi Gibran Mundur Kecil, Bola Panas Putusan MK Bisa Mengarah ke DPR

JAKARTA, Opsi.id — Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara...

ITPLN dan UTP Malaysia Bangun Jembatan Akademik Global, Perdalam Riset Transisi Energi

Jakarta – Institut Teknologi PLN (ITPLN) menerima mahasiswa Universiti...

Siam Cement Group (SCG) Catat Pertumbuhan Penjualan Tertinggi di ASEAN pada Q2-2026

Jakarta – Siam Cement Group (SCG) mencatat kinerja operasional...

Tampil di Piko Fest Makassar, Rumahsakit Kurasi 2 Band Lokal

MAKASSAR, OPSI.ID -- Band indie legendaris asal Jakarta, rumahsakit,...

Stevan Pasaribu dan Andi Rianto Rilis Single Kolaborasi Berjudul Siapa yang Tahan

Jakarta - Dinamika hubungan interpersonal kembali diangkat ke dalam...

Indro Warkop Siap Tampil di Synchronize Fest 2026, Rayakan Karya Musik Warkop DKI

Jakarta - Ada yang mengejutkan Indro ketika ia berdiri...

Berita Terbaru

Popular Categories