Nobar Dibubarkan
Kontroversi film ini mencuat setelah sejumlah agenda nobar dibubarkan. Salah satunya terjadi di Universitas Mataram pada Kamis (7/5/2026).
Nobar yang digelar sejumlah organisasi mahasiswa di sekitar Gedung PKM Unram dihentikan saat pemutaran belum selesai.
Puluhan personel pengamanan kampus berdiri di depan layar dan menutup proyektor yang telah disiapkan panitia.
BACA JUGA: Isu Professor X Tampil di Film Doctor Strange 2 Menguat, Marvel Bungkam
Wakil Rektor Unram, Sujita, mengatakan pembubaran dilakukan demi menjaga kondusivitas kampus.
“Tidak ada alasan, pokoknya tidak boleh menonton,” kata Sujita di hadapan mahasiswa.
Ia mengaku telah menonton film tersebut dan menilai isinya tidak pantas diputar di lingkungan kampus.
“Isinya mendiskreditkan pemerintah RI. Saya sudah nonton. Terserah pandangan Anda, yang jelas isinya menghina negara saya,” ujarnya.
Keputusan itu memicu protes mahasiswa yang mempertanyakan alasan pelarangan.
Meski dibubarkan di dalam kampus, pemutaran film tetap berlangsung di sebuah kafe sekitar 50 meter dari lokasi kampus dan dihadiri ratusan penonton hingga selesai.
Sebelumnya, pemutaran Pesta Babi di Universitas Pendidikan Mandalika pada 25 April 2026 juga dibubarkan beberapa menit setelah dimulai.
Namun pemutaran di Universitas Gunung Rinjani pada 2 Mei 2026 berlangsung lancar dan dihadiri ratusan penonton.


