Retribusi Parkir Pematangsiantar Bocor Rp1,6 Miliar, Akademisi: Pemerintah Gagal Menutup Kebocoran

Pematangsiantar — Polemik retribusi parkir di Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara, kian menjadi sorotan.

Persoalan ini dinilai bukan lagi sekadar tunggakan setoran juru parkir, melainkan cermin rapuhnya tata kelola pemerintahan dan lemahnya pengawasan internal.

Ketua Pusat Studi Kebijakan Publik dan Politik (Pustaka Nommensen) Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Rindu Erwin Marpaung, menilai kebocoran pendapatan daerah dari sektor parkir menunjukkan negara hadir saat memungut, namun lemah saat mengawasi.

“Yang kita hadapi bukan semata tunggakan. Ini gejala rapuhnya tata kelola. Negara hadir untuk memungut, tapi tak cukup hadir untuk mengawasi,” kata Rindu Erwin, Kamis (17/4/2026).

Tunggakan Membengkak

Dalam rapat dengar pendapat Komisi III DPRD Kota Pematangsiantar bersama Dinas Perhubungan pada awal Maret 2026, Kepala Dinas Perhubungan Daniel Siregar mengungkapkan tunggakan setoran juru parkir sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp1,2 miliar.

Belakangan, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Pematangsiantar Alex Hendrik Damanik menyebut angka tunggakan untuk tahun anggaran 2025–2026 telah naik menjadi sekitar Rp1,6 miliar dan berpotensi dilaporkan ke aparat penegak hukum.

Menurut Rindu Erwin, angka tersebut menunjukkan kebocoran yang terjadi bukan insiden sesaat, tetapi persoalan sistemik yang terus berulang.

“Pertanyaan dasarnya adalah mengapa sistem yang sekarang gagal bekerja, siapa yang membiarkannya, dan kenapa kebocoran ini selalu punya ruang untuk terulang,” ujarnya.

Aturan Ada, Pengawasan Lemah

Ia menegaskan Pemerintah Kota Pematangsiantar sebenarnya telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Namun, menurutnya, keberadaan aturan belum berarti apa-apa jika tidak diiringi pengawasan dan akuntabilitas.

“Kalau aturannya ada tapi hasilnya tetap bocor, berarti problemnya bukan pada kertas hukumnya.

Problemnya ada pada kemauan menegakkan aturan, desain pengawasan, dan akuntabilitas kelembagaan,” katanya.

Solusi Jangan Sekadar Ganti Pengelola

Rindu juga menyoroti wacana yang berkembang di DPRD dan pemerintah kota.

Yang hanya berputar pada dua pilihan: tetap dikelola Dinas Perhubungan atau diserahkan ke pihak ketiga.

Menurutnya, pergantian model pengelolaan tidak otomatis menyelesaikan masalah jika akar persoalan tidak disentuh.

“Tata kelola yang buruk tidak otomatis jadi sehat hanya karena dipindahkan tangan.

Kalau pengawasannya rapuh, integritasnya lemah, dan kontrolnya longgar, pihak ketiga pun bisa hanya menjadi kemasan baru untuk problem lama,” tuturnya.

Soal Kepercayaan Publik

Ia menilai sektor parkir merupakan salah satu layanan publik yang paling dekat dengan kehidupan warga.

Karena itu, kekacauan di sektor ini berpengaruh langsung terhadap kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

“Kalau urusan yang setiap hari disentuh warga saja kacau, publik punya alasan untuk ragu pada kapasitas pemerintah mengurus yang lebih besar,” ucapnya.

Ia mengingatkan agar persoalan parkir tidak terus ditutup dengan istilah evaluasi, pembenahan, dan optimalisasi tanpa tindakan nyata.

“Kalau yang dibenahi hanya permukaannya, kita sedang menata kebocoran, bukan menutupnya.” []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Aston Villa Buka Peluang Enam Wakil Premier League di Liga Champions

Jakarta, Opsi.id - Keberhasilan Aston Villa menjuarai UEFA Europa...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Persimaju Mamuju Kantongi Tiga Poin Perdana Usai Hajar Binjai City SC 2-0

Bantul, OPSI.ID - Persimaju Mamuju mengawali perjuangannya di Grup G...

Terbanyak dalam Sejarah, Ini Daftar 48 Negara Lolos Piala Dunia 2026

Jakarta, OPSI.ID - Piala dunia 2026 berlangsung di tiga...

PERDISKI Audiensi dengan Wapres Gibran, Bahas Munas II dan Kesejahteraan Guru Agama Kristen

JAKARTA, Opsi.id  – Dewan Pimpinan Pusat Pendidik Siswa Kristen...

DPRD DKI Minta Pemprov Jakarta Kaji Matang Wacana Kenaikan Tarif TransJakarta

‎Jakarta – Wacana kenaikan tarif TransJakarta masih menjadi salah...

Hadapi Binjai City, Persimaju Optimistis Raih Tiga Poin Pembuka

Mamuju, OPSI.ID - Optimisme tinggi menyelimuti Persimaju Mamuju menjelang...

Jalan Berdarah PSG ke Final Liga Champions: Singkirkan Chelsea, Liverpool hingga Bayern!

BUDAPEST, Opsi.id  – Paris Saint-Germain datang ke final Liga...

Final Liga Champions: Arsenal dan PSG Siapkan Kejutan Taktik di Panggung Terbesar Eropa

BUDAPEST, Opsi.id  – Final Liga Champions 2025/2026 antara Arsenal...

Kondisi Transaksi Internasional Tidak Sebaik Klaim Bank Indonesia

*Opini: Awalil Rizky, Ekonom Bright Institute Jakarta - Kinerja Neraca...

Berita Terbaru

Popular Categories