“Semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan dari penjajahan, tetapi juga kebebasan generasi muda dari ancaman narkoba. Pelajar harus tumbuh sehat, berprestasi, dan memiliki masa depan yang baik,” kata Marwah.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran generasi muda sejak dini karena sebagian besar waktu mereka dihabiskan di lingkungan pendidikan.
Namun, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari sekolah, keluarga, pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Melalui program TJSL ini, kami ingin ikut memperkuat langkah pencegahan dengan membekali para siswa pengetahuan yang benar mengenai narkoba. Kami berharap mereka tidak sekadar mengetahui bahayanya, tetapi juga mampu menjaga diri dan mengajak teman-temannya untuk menjauhi narkoba,” tuturnya.
Marwah menambahkan, Pelindo akan terus mendorong pelaksanaan program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Provinsi Sulsel, Anas Kaharuddin, memberikan materi bertema “Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba”.
Anas menjelaskan bahwa pencegahan merupakan langkah penting untuk melindungi generasi muda dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Para pelajar perlu memahami berbagai bentuk ancaman narkoba sekaligus mengetahui cara bersikap ketika menghadapi pengaruh atau ajakan dari lingkungan sekitar.
“Generasi muda perlu dibekali informasi yang benar dan kemampuan untuk berkata tidak terhadap narkoba. Jangan pernah mencoba karena penyalahgunaan narkoba dapat berdampak pada kesehatan, pendidikan, hubungan sosial, bahkan masa depan seseorang,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dampaknya terhadap kesehatan dan kehidupan sosial, serta berbagai langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Kolaborasi antara Pelindo, Yayasan Sustainable Impact.ID, BNN, dan SMA Negeri 1 Makassar tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. []


