BOSTON, Opsi.id – Skotlandia berada di ambang sejarah. Setelah mengakhiri penantian panjang kemenangan di Piala Dunia dengan mengalahkan Haiti 1-0 pada laga pembuka Grup C, pasukan Steve Clarke kini berpeluang besar melangkah ke fase gugur untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.
Namun, jalan menuju babak knockout tidak akan mudah. Maroko, semifinalis Piala Dunia 2022 dan salah satu tim terbaik dunia saat ini, menjadi ujian berikutnya bagi The Tartan Army dalam pertandingan yang akan digelar di Boston, Jumat (19/6/2026).
Kemenangan atas Haiti membawa optimisme besar di kubu Skotlandia. Namun pengalaman pahit masa lalu membuat mereka enggan terlena.
Dalam sejarah Piala Dunia, Skotlandia beberapa kali gagal lolos meski hanya membutuhkan satu poin atau hasil tertentu pada laga terakhir.
Pada edisi 1974, 1978, dan 1982, mereka tersingkir karena kalah selisih gol meski mencatat hasil yang cukup baik di fase grup.
Pelatih Steve Clarke menegaskan timnya tidak ingin terjebak dalam berbagai hitung-hitungan klasemen.
“Anda hanya perlu memainkan pertandingan. Semua kemungkinan dan perhitungan itu untuk media dan para pendukung, bukan untuk kami,” kata Clarke.
Kapten Skotlandia Andy Robertson mengakui seluruh pemain memiliki motivasi besar untuk mencatat sejarah baru bagi negaranya.
“Kami ingin menjadi tim pertama yang membawa Skotlandia ke fase gugur Piala Dunia. Itu tujuan yang sangat besar bagi kami,” ujar bek Liverpool tersebut.
Meski berhasil mengalahkan Haiti, Clarke menilai timnya masih memiliki banyak kekurangan yang harus diperbaiki sebelum menghadapi Maroko.
Skotlandia diperkirakan akan lebih banyak bertahan karena Maroko memiliki kualitas individu dan kolektivitas yang jauh lebih tinggi.
Baca juga: Brasil vs Maroko: Duel Panas Grup C, Selecao Hadapi Kuda Hitam Afrika
“Setiap kali menghadapi tim 10 besar dunia, Anda harus bermain sangat baik dengan maupun tanpa bola. Kami sadar betapa beratnya tantangan ini,” kata Clarke.
Maroko datang ke laga ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah menahan Brasil 1-1 pada pertandingan pertama.
Penampilan mereka bahkan menuai pujian dari berbagai pengamat yang menilai Atlas Lions tampil lebih baik dibandingkan Selecao.


