Soroti APBN 2027, Herman Khaeron Optimistis Pemerintah Mampu Jaga Stabilitas Ekonomi

Jakarta – Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Herman Khaeron menyampaikan keyakinannya terhadap prospek perekonomian nasional setelah mendengarkan pidato Presiden RI dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027.

Menurut Herman, arah kebijakan fiskal yang dipaparkan pemerintah menunjukkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki fungsi penting sebagai instrumen perlindungan masyarakat sekaligus penguat fondasi negara.

“Saya sependapat dengan Presiden bahwa APBN bukan hanya sekadar dokumen administratif. APBN merupakan alat untuk melindungi rakyat, memperkuat sendi-sendi negara. Dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Herman dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Ia menilai sasaran ekonomi yang ditetapkan pemerintah untuk tahun 2027 memang cukup ambisius. Namun masih berada dalam batas realistis apabila didukung langkah strategis yang konsisten dan agresif.

Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen. Sementara pendapatan negara diproyeksikan mencapai 11,82 sampai 12,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), dengan belanja negara berada di rentang 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB.

Adapun defisit pembiayaan diperkirakan berada pada level 1,8 hingga 2,4 persen dari PDB.

BACA JUGA: Membaca Pergerakan IHSG yang Tertekan Tajam Saat Rupiah Jeblok ke Rp17.670 per Dolar AS

“Target pertumbuhan ekonomi tersebut tentu tidak mudah dicapai di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Namun kami optimistis pemerintah memiliki strategi yang kuat untuk merealisasikannya,” kata Herman.

Selain pertumbuhan ekonomi, Herman juga menyoroti target inflasi yang dipertahankan pada kisaran 1,5 sampai 3,5 persen. Menurutnya, langkah itu penting untuk menjaga stabilitas harga barang dan jasa di tengah tekanan ekonomi dunia.

Ia juga menilai asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dipatok di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 cukup realistis dan adaptif terhadap dinamika global.

Herman menekankan pentingnya penguatan sektor ekspor dan pengurangan ketergantungan terhadap impor guna menjaga ketahanan ekonomi nasional. Ia mendorong pemerintah terus memperkuat program hilirisasi industri dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri.

Di sektor energi, Herman menyebut asumsi harga minyak mentah dunia pada level 70 hingga 90 dolar AS per barel masih relevan dengan situasi geopolitik internasional. Terutama konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, ia berharap kondisi global segera membaik sehingga harga energi dunia dapat kembali stabil.

Ia juga mendukung percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan yang dilakukan pemerintah. Termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dan pengolahan energi berbasis sampah.

BACA JUGA: Rupiah Melemah di Awal Pekan, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Jadi Pemicu

Dalam pidato Presiden, lanjut Herman, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada optimalisasi komoditas strategis nasional seperti sawit, batu bara, dan paduan besi sebagai sumber pembiayaan pembangunan.

Potensi devisa dari tiga sektor tersebut diperkirakan dapat mencapai 65 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.100 triliun.

Tak hanya itu, Herman turut menyoroti upaya pemerintah memperbaiki tata kelola ekspor sumber daya alam. Termasuk dugaan praktik under invoicing yang disebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan menyebabkan kerugian negara dalam jumlah besar.

“Kalau memang itu benar terjadi, tentu tidak boleh terus dibiarkan. Semua lembaga negara harus dibenahi, termasuk tata kelola di Bea Cukai,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah tetap membuka ruang luas bagi sektor swasta untuk berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Herman, keberhasilan sejumlah perusahaan nasional menembus pasar internasional menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dapat menjadi kekuatan utama dalam menopang ekonomi Indonesia di masa mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Aston Villa Buka Peluang Enam Wakil Premier League di Liga Champions

Jakarta, Opsi.id - Keberhasilan Aston Villa menjuarai UEFA Europa...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kevin Wu PSI Ingatkan Pemprov DKI, Patroli Tak Ampuh Berantas Parkir Liar Jakarta

‎Jakarta - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari...

Jelang Piala Dunia 2026, Performa Ronaldo Bikin Fans Portugal Khawatir

Jakarta, OPSI.ID - Cristiano Ronaldo menjadi sorotan saat Portugal...

Tinggalkan Borneo FC, Mariano Peralta Kenang Dua Tahun yang Luar Biasa

Samarinda, OPSI.ID - Pemain asal Argentina, Mariano Peralta, menyampaikan...

Barcelona Tak Permanenkan Marcus Rashford, Kembali ke Manchester United

Jakarta, Opsi.id - Barcelona dipastikan tidak akan mengaktifkan opsi...

Meksiko vs Afrika Selatan Buka Piala Dunia 2026, Ulangan Laga Bersejarah 2010

Mexico City, Opsi.id  – Piala Dunia 2026 akan resmi...

Haaland dan Yamal Pimpin Most Valuable World Cup XI, Nilai Skuad Tembus Rp20 Triliun

Jakarta, Opsi.id – Sejumlah bintang muda sepak bola dunia...

IPW Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap 141 Kasus Curanmor dalam Sebulan

Jakarta, Opsi.id – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh...

Prabowo Jawab Kritik The Economist: Indonesia Tetap Demokrasi dan Fokus pada Hasil Nyata

Jakarta, Opsi.id  – Presiden Prabowo merespons kritik yang dimuat...

Berita Terbaru

Popular Categories