Sengkarut SLF, DPRD DKI Dorong Konsultan Cek Kelaikan Area Parkir Gedung Pasar Jaya

Jakarta – Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta ‎Nova Harivan Paloh memilih mengambil jalan tengah terkait dengan sengkarut Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di area parkir Gedung Perumda Pasar Jaya.

Nova Paloh mengusulkan agar pengecekan terkait kelaikan area parkir Gedung Pasar Jaya dilakukan oleh pihak konsultan.

Sebab, untuk merevitalisasi ataupun merubuhkan satu gedung tua milik Pasar Jaya, tentu saja membutuhkan biaya yang sangat tinggi.

Baca juga: DPRD DKI Segel Parkir Ilegal di Blok M Square, Terindikasi Rugikan Negara Rp3 Miliar per Bulan

Politisi Partai NasDem itu menekankan, izin SLF ini sangat penting dikantongi oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Menurut dia, konsultan bisa bergerak untuk mengecek kondisi gedung dari aspek kelayakan. Semisal masih laik, maka bisa beroperasi.

Namun, bila yang ditemukan sebaliknya, mungkin pihak konsultan dapat memberi rekomendasi seperti revitalisasi atau relokasi sementara area parkir, demi menambah aspek keselamatan serta kenyamanan para produsen dan konsumen.

“Kita minta seluruh gedung yang ada di wilayah Jakarta, terutama di parkiran wilayah Pasar Jaya. Kita menginginkan ada semacam pengecekan dari pihak konsultan terhadap gedung-gedung itu, apakah masih laik apa enggak,” kata Nova Harivan Paloh usai Rapat Pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2027, di Gedung DPRD DKI pada Rabu, 20 Mei 2026.

Terapkan cashless, cegah kebocoran PAD

Nova juga mengimbau Pemprov DKI Jakarta harus mulai fokus terhadap aspek digitalisasi di ‎area perparkiran wilayah Jakarta, agar tidak terjadi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca juga: Temuan Pansus DPRD DKI: Pasar Asemka Tak Kantongi SLF dan Kantor Ajinomoto 17 Tahun Acuhkan Izin SLF

Ia menekankan, agar tidak terjadi dobel pembayaran, maka harus diterapkan transaksi cashless atau metode transaksi pembayaran tanpa menggunakan uang tunai.

Dengan metode ini, menurut dia, maka besaran retribusi parkir hingga berapa lama kendaraan parkir, dapat dipantau secara real time.

“Tidak boleh nantinya ketika misalnya di depan tap-in, tapi keluar bayarnya pakai cash. Nah ini enggak boleh. Ini harus dipantau real time,” katanya.

Ia tidak memungkiri, apabila tidak ada perubahan sistem, maka sikap tegas berupa penyegelan terkait sengkarut parkir dan SLF seperti di Kawasan Blok M Square oleh DPRD DKI akan terulang.

“Kemarin kan juga sudah ada penyegelan. Artinya, ini memang ranahnya di Pasar Jaya, tapi yang dipihakketigakan gitu kan,” kata Nova Harivan Paloh. []‎

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Akal-Akalan Provider Internet: Kuota Sudah Dibayar, Mengapa Masih Boleh Hangus?

*Opini: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik...

Sambut Konser 30 Tahun UNGU, Vedra dan Gerald Rilis Ulang Lagu Tercipta Untukku

Jakarta - Lagu ikonis milik grup musik Ungu, "Tercipta...

Duovertime Angkat Dinamika Dunia Kerja Modern di Single Ga Pernah End

Jakarta - Dinamika kehidupan profesional di perkotaan sering kali...

Menteri PKP Maruarar Sirait Genjot Kinerja BP Tapera, Realisasi FLPP Capai 178.211 Unit

Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar...

KAI Properti Sulap Aset Seluas 2.500 Meter Persegi di Jakpus Menjadi Lapangan Padel

Jakarta – KAI Properti mengembangkan aset di Jalan Ir....

Downgrade Kelas Menengah: Gaji Mengecil, Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Perlu Segera Diperbaiki

*Opini: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik...

‎Global Pals ITPLN, Jembatan Mahasiswa Menuju Dunia

‎Jakarta – Institut Teknologi PLN (ITPLN) meluncurkan ITPLN Global...

Pemprov DKI Dorong Modal Dasar Bank Jakarta Naik Jadi Rp26 Triliun dan Siap Ekspansi Global

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan langkah...

Berita Terbaru

Popular Categories