Survei: Pemberantasan Korupsi Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin Semakin Buruk

Jakarta – Kondisi pemberantasan korupsi di pemerintahan Joko Widodo-Ma`ruf Amin dinilai semakin buruk. Hal ini terungkap dari hasil survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia.

Hasil survei memperlihatkan bahwa mayoritas responden menilai kondisi pemberantasan korupsi saat ini semakin buruk.

“32,1 persen buruk, 27,7 persen sedang, 5,7 persen baik, 4,8 persen sangat buruk, 3,6 persen sangat baik, 6,2 persen tidak jawab,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi seperti dikutip, Senin, 10 Januari 2022.

Selain penanganan korupsi, sebanyak 29 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional saat ini dalam keadaan buruk.

Sementara 21,8 persen responden lainnya menyatakan kondisi ekonomi nasional saat ini baik.

“Kebanyakan menilai kondisi ekonomi nasional sedang saat ini, lebih banyak yang menilai buruk/sangat buruk dibanding baik/sangat baik,” ujarnya.

Responden lainnya 41,5 persen menyatakan sedang, 4,3 persen sangat buruk, 2,7 persen mengatakan sangat baik, dan 0,7 persen tidak menjawab.

Hasil tersebut sedikit berbeda dengan kondisi rumah tangga. Jumlah responden yang menyatakan kondisi ekonomi rumah tangga lebih baik, lebih banyak dibandingkan yang menyatakan lebih buruk.

“Tidak ada perubahan 32,5 persen, lebih baik 31,9 persen, lebih buruk 26,3 persen, jauh lebih baik 5,6 persen, jauh lebih buruk 3,2 persen, dan tidak jawab 0,5 persen,” tuturnya.

Terkait masalah mendesak yang harus diselesaikan oleh pemimpin nasional dalam lima tahun ke depan, mayoritas responden menyebut masalahnya adalah terkait penciptaan lapangan kerja atau mengurangi pengangguran.

Masalah lain yang juga mendapatkan sorotan tinggi responden, yakni pengendalian harga kebutuhan pokok, pemberantasan korupsi, serta penanganan Covid-19.

“Menciptakan lapangan kerja/mengurangi pengangguran 33,2 persen, mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok 14,6 persen, pemberantasan korupsi 14,4 persen, serta penanganan Covid-19 7,8 persen,” ucap Burhanuddin.

Hasil ini diperoleh Indikator Politik Indonesia dari survei yang dilakukan terhadap masyarakat berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dengan metode multistage random sampling pada 6-11 Desember 2021.

Adapun responden yang terlibat sebanyak 2020, dengan jumlah sampel basis sebanyak 1.220 orang yang tersebar proporsional di 34 provinsi serta dilakukan penambahan sebanyak 800 responden di Jawa Timur

Ukuran sampel basis 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Sinode ke-15 HKIP Resmi Dibuka di Pematangsiantar, Fokus pada Persatuan dan Evaluasi Pelayanan

PEMATANGSIANTAR, Opsi.id  – Sinode ke-15 Huria Kristen Indonesia Protestan...

PSI Pematangsiantar Terima 8 SK DPC, Targetkan Pembentukan Pengurus di Seluruh Kelurahan

MEDAN, Opsi.id  – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas...

Anggota DPRD Erwin Siahaan Sosialisasi Perda Perlindungan Tenaga Kerja Lokal

Pematangsiantar - Anggota DPRD Pematangsiantar Erwin Freddy Siahaan, MBA...

Dukung Langkah Polri, H3 Desak Jaringan Narkoba di Sumut Ditumpas

Medan, OPSI.ID - Komunitas Horas Halak Hita (H3) menyatakan...

Pendidikan 2 Tahun Prabowo-Gibran Versi Akademisi ITB Nobel

Makassar, OPSI.ID - Dua tahun berjalannya pemerintahan Presiden Prabowo...

Maia Estianty Sebut Sistem Royalti di Masa Lalu Lebih Menyejahterakan Musisi

Jakarta - Dinamika industri musik Indonesia senantiasa menghadirkan perdebatan...

JUNE Active Studio Bersama JUNI Goods Luncurkan Recreational Athletes Club

Jakarta - Perkembangan kultur olahraga rekreasional di Indonesia kembali...

DLK dan Inhype Pictures Rilis Film Drama Remaja, Yang Disebut Nakal

Jakarta - Industri perfilman tanah air bersiap kedatangan sebuah...

Berita Terbaru

Popular Categories