Selain memiliki keahlian di bidang manufaktur, tersangka juga diketahui pernah menempuh pendidikan tinggi pada jurusan tersebut di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Jumhur menyebut bidang yang ditekuni Dwi Bagus tergolong spesifik dan membutuhkan kemampuan tertentu.
“Pintar juga lah dulu, jurusan dia tuh jarang kali ya, manufaktur itu,” ucapnya.
Jumhur juga menggambarkan tersangka sebagai sosok yang pendiam dan gemar belajar. Ia menilai Dwi Bagus memiliki cara tersendiri dalam menghadapi persoalan.
Penilaian itu disampaikan Jumhur saat menyinggung dugaan upaya tersangka untuk menghilangkan jejak setelah peristiwa pembunuhan.
“Menghilangkan jejak aja sampai harus kayak gitu,” pungkasnya.
Kronologi Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak
Dwi Bagus Martono ditangkap polisi pada Minggu (25/10/2026) setelah penyelidikan kasus hilangnya Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), mengarah pada dugaan pembunuhan.


