Tren “Jual Wajah” Muncul di China, Ledakan Drama AI Picu Perburuan Lisensi Identitas Digital

Seorang aktris yang menggunakan nama samaran Lin Min mengungkapkan dirinya pernah ditawari 500 yuan atau sekitar 75 dolar AS.

Untuk memberikan hak penggunaan wajahnya selama satu tahun kepada sebuah rumah produksi drama AI.

Ia menolak karena menilai nilai kontrak tersebut terlalu rendah.

Pengalamannya yang diunggah ke media sosial kemudian viral dan membuka praktik yang ternyata sudah cukup umum di industri tersebut.

Saat ini, berbagai agensi menawarkan bayaran sekitar 500 hingga 1.500 yuan kepada individu yang bersedia melisensikan wajah mereka untuk kebutuhan produksi drama berbasis AI.

Li Xin, nama samaran seorang karyawan perusahaan drama AI di Hangzhou, mengatakan mayoritas penjual lisensi wajah berasal dari kalangan mahasiswa, ibu rumah tangga, figuran, hingga aktor kelas menengah.

“Artis papan atas hampir pasti tidak akan menandatangani perjanjian lisensi citra wajah,” ujarnya kepada Chao News, dikutip Selasa (30/6/2026).

Sutradara film Chen Shi menjelaskan, sebuah drama pendek umumnya hanya membutuhkan lima hingga enam pemeran utama. Tetapi memerlukan belasan bahkan puluhan karakter pendukung.

Baca juga: Australia Perketat Larangan Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun, Denda Platform Naik Jadi Rp1,1 Triliun

Karena model AI kerap menghasilkan wajah yang sangat mirip dengan orang sungguhan, perusahaan memilih memperoleh izin resmi agar terhindar dari tuntutan hukum.

Nilai Kontrak

Nilai kontrak lisensi pun bervariasi. Sejumlah perusahaan bersedia membayar lebih tinggi untuk memperoleh hak eksklusif atas citra seseorang.

Sementara perusahaan lain menawarkan bayaran lebih rendah.

Dengan syarat pemilik wajah tetap diperbolehkan menjual lisensinya kepada produsen drama AI lain.

Selain membeli lisensi wajah manusia, sebagian perusahaan juga mulai mengembangkan aktor virtual yang sepenuhnya diciptakan menggunakan AI.

Langkah ini dinilai mampu memangkas biaya produksi lebih jauh.

Tetapi kembali memunculkan perdebatan mengenai etika, hak cipta, dan perlindungan identitas digital di era kecerdasan buatan. [Sumber: odditycentral]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Jerman Tersingkir Dramatis, Paraguay Menang Adu Penalti dan Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Philadelphia, Opsi.id– Timnas Jerman mengalami kekecewaan besar di Piala...

Album Original Cast of Keumalahayati The Musical Resmi Dirilis

Jakarta - Sebuah karya panggung biasanya berakhir ketika tirai...

Rony Parulian Hadirkan Eksplorasi Baru Lewat Single Wals Akhir Zaman

Jakarta - Ada momen penting dalam perjalanan seorang musisi...

Temui Lansia Lumpuh Akibat Stroke di Galang, Bobby Nasution Janji Bantu Pengobatan Misdi

DELI SERDANG, Opsi.id  – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution...

Reses Kedua DPRD Toba, Warga Balige dan Tampahan Sampaikan 23 Aspirasi

TOBA, Opsi.id  – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten...

DPRD Siantar Habis Kesabaran, Sengketa PT SHK Bakal Diseret ke Tiga Jalur Hukum Sekaligus

Pematangsiantar, Opsi.id  – Komisi I DPRD Pematangsiantar habis sabar...

Prabowo: Usul Anak Desa Lewat TikTok Pun Saya Tindak Lanjuti

Jakarta, Opsi.id - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa...

Dadi Yudistira, Eks Gitaris Superglad Meninggal Dunia

Jakarta - Dunia musik Indonesia kembali berduka. Dadi Yudistira,...

Berita Terbaru

Popular Categories