Dalam aksinya, massa meminta pembatalan kebun plasma yang dinilai tidak sesuai aturan, meminta plasma diberikan kepada masyarakat sekitar, serta mendesak tindak lanjut laporan masyarakat terkait persoalan tersebut.
Manager PT ESI Bastanta Ginting sempat menemui massa dan menyampaikan bahwa sebagian tuntutan berada di luar kewenangan perusahaan, namun aspirasi masyarakat akan diteruskan kepada manajemen.
Aksi sempat memanas saat sejumlah sopir truk CPO berupaya membuka blokade kendaraan yang dilakukan massa di simpang menuju perusahaan. Namun aparat kepolisian segera meredam situasi sehingga bentrokan dapat dihindari.
BACA JUGA: Pematangsiantar Rayakan HUT ke-155, Budaya Simalungun Jadi Pembuka Spektakuler
Sekitar pukul 16.30 WIB, massa membubarkan diri dengan tertib dan situasi kembali kondusif.
“Seluruh rangkaian aksi berlangsung aman hingga selesai berkat pendekatan humanis dan pengamanan personel di lapangan,” ujar Verry. []


