JAKARTA, Opsi.id — Utang pemerintah Indonesia terus mengalami kenaikan. Hingga 31 Maret 2026, total utang negara tercatat mencapai Rp9.920 triliun atau naik Rp282,52 triliun dibanding posisi akhir 2025 sebesar Rp9.637 triliun.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, rasio utang pemerintah kini berada di level 40,75 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Meningkat dari 40,46 persen pada Desember 2025.
Mayoritas utang pemerintah masih berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp8.652,89 triliun atau sekitar 87,22 persen dari total utang.
Sementara sisanya berasal dari pinjaman sebesar Rp1.267,52 triliun.
Jika dihitung menggunakan jumlah penduduk Indonesia sekitar 288 juta jiwa pada akhir 2025, maka setiap warga negara secara rata-rata “menanggung” utang sekitar Rp34,4 juta.
Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai rasio utang Indonesia memang masih berada di bawah ambang batas 60 persen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

