Ia menjelaskan, inovasi yang dikembangkan bukan semata-mata untuk meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah, tetapi juga menjadi instrumen memperbaiki tata kelola pemerintahan, meningkatkan efektivitas pelayanan publik, serta menyelesaikan berbagai persoalan sesuai kewenangan pemerintah daerah.
Pada pelaksanaan tahun ini, lomba dibagi dalam dua kategori, yakni kategori Organisasi Perangkat Daerah dan kategori Kecamatan.
“Total peserta terdiri dari 12 perangkat daerah dan 13 kecamatan. Pengumuman pemenang direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang,” jelas Gibson.
Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari rancang bangun inovasi, tujuan, manfaat, pemenuhan kriteria inovasi, hingga kemampuan peserta mempresentasikan inovasinya di hadapan dewan juri.
Tim juri terdiri atas Staf Ahli Bupati Toba Sahat Manullang, Augus Sitorus, dan Darwin Sianipar, Asisten Pemerintahan Eston Sihotang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jonni Lubis, serta Asisten Administrasi Umum Verri Napitupulu.
Ketua Tim Juri, Jonni Lubis, menegaskan bahwa inovasi daerah merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mendorong pemerintah daerah terus melakukan pembaruan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memotivasi seluruh perangkat daerah untuk terus berinovasi. Inovasi yang lahir diharapkan mampu menghilangkan hambatan-hambatan birokrasi sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien,” katanya.
Selama proses penilaian, masing-masing peserta mempresentasikan inovasi yang telah dikembangkan melalui tayangan video, kemudian dilanjutkan dengan sesi wawancara bersama tim juri untuk menggali implementasi serta dampak inovasi tersebut.
Jonni berharap berbagai inovasi yang dihasilkan tidak berhenti sebagai materi perlombaan, tetapi diterapkan secara berkelanjutan dan terus dikembangkan demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Perangkat daerah yang menjadi pemenang akan memperoleh penghargaan. Selain itu, inovasi yang memenuhi kualifikasi juga berpeluang mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Yang terpenting, inovasi ini benar-benar menjadi solusi atas berbagai hambatan pelayanan publik sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. []
Penulis: Andrey Gromiko Simatupang
Baca juga: Cerdas Cermat Hari Anak Nasional di Toba, Pemkab Dorong SDM Unggul dan Berdaya Saing
Baca juga: Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal di Tepi Danau Toba, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan
Baca juga: Luhut: Kemiskinan Tak Boleh Jadi Alasan Berhenti Belajar, Anak Tepi Danau Toba Bisa Mendunia


