Polda Jateng Tangkap Tersangka Pemalsu Minyak Goreng di Kudus

Kudus – Dua warga asal Kabupaten Kudus Jateng yang menjual minyak goreng oplosan diringkus aparat Direktorat Reskrimsus Polda Jawa Tengah.

Dua pria berinisial MNK dan AA menjual minyak goreng oplosan tersebut dibawah harga pasaran yakni Rp16.500 per liternya. 

Kedua pelaku menawarkan ke pengusaha makanan salah satunya pengusaha kerupuk asal Desa Cendono Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus yang tergiur dan menjadi korban dengan kerugian sekitar Rp 6,5 juta.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengungkapkan modus yang digunakan pelaku yaitu mencampur minyak goreng curah, dengan air berisi pewarna makanan berwarna kuning, sehingga campuran cairan itu menyerupai minyak goreng pada umumnya. 

Dalam sekali melakukan pengoplosan minyak goreng itu, kedua pelaku meraup keuntungan hingga Rp 5,6 juta lebih. 

“Sedangkan sasaran lokasi pemasaran ada di wilayah Kudus, Pati dan Rembang,” kata Kapolda saat memimpin konferensi pers di Gedung Ditreskrimum Polda Jateng, Selasa 22 Februari 2022.

Aksi pengoplosan minyak goreng sudah dilakukan kedua tersangka sejak tiga bulan yang lalu. 

Untuk di Kabupaten Kudus pelaku menjual minyak goreng palsu kepada pengusaha home industri kerupuk. 

“Keberadaan pelaku sudah kita endus, pelaku melarikan diri ke Pacitan namun berhasil kita amankan disana. Kita sudah koordinasi ke polres jajaran untuk melakukan penyelidikan karena ini sebagai pintu awal dan kita akan kembangkan lebih lanjut,” ujar Kapolda.

Adapun barang bukti yang diamankan dari tangan kedua tersangka yakni satu jeriken berisi 17 liter minyak goreng asli dan 20 jeriken masing-masing berisi air pewarna makanan serta lima jeriken masing-masing berisi 25 liter air biasa, serta uang tunai hasil penjualan sebesar Rp 600 ribu, dan satu bendel nota penjualan. 

“Para tersangka akan dijerat UU Nomor 9 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara atau denda paling banyak Rp. 2 miliar. Serta Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara,” pungkasnya. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Bejat! Oknum Kiai di Pati Cabuli 50 Santriwati di Ponpes

Pati, Opsi.id - Kasus pencabulan kembali terungkap. kali ini...

Profil Karutan Balige Valen Sonar Rumbiak, Sah Menyandang Marga Pardede

Toba, Opsi.id - Kepala Rutan Kelas IIB Balige, Valen...

Andien Rilis Single Jatuh Pelan, Kolaborasi dengan Agus Kristianto

Jakarta - Penyanyi Andien resmi merilis single terbaru berjudul...

Wen & the Wknders Hadirkan Jangan Kau Lepas Lagi dengan Formasi Baru

Jakarta - Grup band indie Wen & the Wknders...

Pak Jokowi! Eks Presiden Ikut Yoga Bareng Warga di Depan Rumahnya

Solo, Opsi.id — Pagi yang cerah di Gang Kutai...

MBG Jadi Penggerak Ekonomi Desa, Sayur Petani Mamasa Laris Diserap Dapur Gizi

Mamasa, OPSI.ID - Kehadiran Program Makanan Bergizi Gratis (MBG)...

Tri Sukses Gelar H3RO Esports 6.0, Siap Lanjut ke 7.0

Jakarta - Dunia Esports di Indonesia kembali ramai dengan...

Start dari Baris Ketujuh, Veda Ega Pratama Siapkan Serangan Balik di Moto3 Catalunya

Barcelona, Opsi.id  – Posisi start bukan segalanya di Moto3...

Prabowo Ungkap Rahasia Perang: “Kalau Tidak Ada Beras, Tentara pun Susah Beroperasi”

Tuban, Opsi.id  – Momen ketika Presiden Prabowo berbicara bukan...

Berita Terbaru

Popular Categories