Jakarta – Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mendorong peningkatan kinerja keuangan Perumda Pasar Jaya dan Perumda Pembangunan Sarana Jaya untuk mengoptimalisasi pendapatan daerah.
Hal tersebut dikemukakan Nova Paloh dalam agenda Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Tahun Anggaran 2025.
Nova berpendapat, dividen yang disetorkan oleh Perumda Pasar Jaya kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, terbilang belum memuaskan, berkisar pada rasio Rp8-10 miliar.
Maka itu, politisi Partai NasDem tersebut mendorong jajaran pimpinan Pasar Jaya untuk melakukan inovasi agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov DKI tersebut dapat meningkatkan aset perusahaan, buah dari revitalisasi pasar. Sebab, terdapat juga proses lelang pengadaan barang dan jasa di sana.
Nova menuturkan, dengan adanya proyek revitalisasi beserta proyek pengadaan barang dan jasa di lingkup Perumda Pasar Jaya, maka diharapkan revenue dan dividen yang disetorkan kepada Pemprov DKI dapat ditingkatan pada tahun-tahun berikutnya.
”Kita challenge Pasar Jaya ke depannya seperti itu. Perumda Pasar Jaya ini masih ada sisa ya kurang lebih sampai dengan Rp400 miliar-an dari Penanaman Modal Daerah (PMD) sebelumnya. Tadi kita tanyakan juga terkait dengan revitalisasi pasar sudah sejauh mana. Ternyata ada banyak lelang di sana. Kita harapkan untuk menambah pendapatan karena dividen masih kecil nih ya,” ucap Nova Harivan Paloh saat diwawancarai usai rapat, pada Jumat, 24 April 2026.
Nova menyarankan jajaran pimpinan Pasar Jaya untuk segera melakukan penyesuaian kreativitas pasar di era digital seperti saat ini.
Sebab, tidak sedikit orang sudah terbiasa melakukan belanja online hingga pesanannya dikirim ke rumah atau bisa juga mempelajari pola dagang yang mixed-use dan punya segmen tersendiri seperti di Pasar Santa dan Pasar Pramuka. Intinya, harus membuat konsumen bergairah untuk berbelanja.
”Kita lihat kan di situ (Pasar Santa) ada anak-anak muda lah sering seperti itu. 1-2 lantai misalnya untuk kegiatan-kegiatan UMKM/olahraga anak-anak muda. Ini kan untuk menambah gairah orang ke pasar ya. Bukan sekarang orang memikirkan ke pasar-pasar basah saja,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nova Harivan Paloh juga menyoroti capaian kinerja Perumda Pembangunan Sarana Jaya.
Menurut dia, Rencana Kerja Anggaran (RKA) 2025 Sarana Jaya yang telah dilaporkan, meleset dari target yang telah dicanangkan.
”Kurang lebih tadi kalau saya baca itu misalnya hanya 47% dari target yang dicapai. Tentu ini menjadi evaluasi,” ucapnya.
Nova Paloh mencatat, koor bisnis Sarana Jaya melalui pembangunan klaster-klaster perumahan, belum membuahkan hasil sesuai ekspektasi.
”Saya memberikan saran di Sarana Jaya, kan juga ada pembangunan properti yang sudah berlangsung selama ini terkait dengan DP 0. Nah, bagaimana ke depannya dengan asetnya Sarana Jaya kurang lebih sampai dengan Rp6 triliun dimaksimalkan dengan aset-aset yang ada. Jadi sudah enggak usah membangun lagi gitu. Jadi kita kejar terus terkait dengan target pendapatan Sarana Jaya,” ucap Nova Harivan Paloh. []


