Jakarta – 13 proyek hilirisasi nasional digroundbreaking Presiden Prabowo Subianto di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/04/2026).
Program hilirisasi nasional tahap II mencakup proyek strategis lintas sektor energi, mineral, dan pertanian.
Seluruh proyek diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah bahan mentah dalam negeri. Memperkuat industri nasional, membuka lapangan kerja, serta mengurangi ketergantungan impor.
Berikut rincian tiap proyek:
Sektor Energi
- Kilang Gasoline di Dumai
Pembangunan fasilitas ini ditujukan untuk meningkatkan produksi bensin nasional.
Dumai dipilih karena strategis sebagai kawasan industri dan dekat jalur perdagangan internasional di Selat Malaka. Proyek ini diharapkan menekan impor BBM.
- Kilang Gasoline di Cilacap
Menambah kapasitas kilang di kawasan energi terbesar Indonesia. Cilacap selama ini menjadi pusat pengolahan migas nasional, sehingga proyek ini memperkuat ketahanan energi Pulau Jawa dan nasional.
- Tangki Operasional BBM di Palaran
Fasilitas penyimpanan BBM untuk mendukung kebutuhan Kalimantan Timur, termasuk kawasan IKN Nusantara.
- Tangki Operasional BBM di Biak
Memperkuat pasokan energi kawasan timur Indonesia, terutama Papua dan wilayah kepulauan sekitar.
- Tangki Operasional BBM di Maumere
Meningkatkan distribusi BBM di wilayah NTT yang selama ini menghadapi tantangan logistik.
- Produksi DME di Tanjung Enim
Dimethyl Ether (DME) dikembangkan sebagai substitusi LPG.
Kapasitas 1,4 juta ton per tahun ditujukan mengurangi impor LPG. Sekaligus memanfaatkan batu bara domestik menjadi produk bernilai tambah.
BACA: Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun, Sei Mangkei Masuk Daftar
Sektor Mineral dan Industri Berat
- Baja Nirkarat dari Nikel di Indonesia Morowali Industrial Park
Mengolah nikel menjadi stainless steel bernilai tinggi.
Proyek ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama industri logam global dan rantai pasok kendaraan listrik.
- Slab Baja Karbon di Cilegon
Menggunakan biji besi lokal untuk memproduksi baja karbon, bahan penting bagi konstruksi, otomotif, kapal, dan manufaktur nasional.
- Aspal Buton di Karawang
Mengembangkan ekosistem aspal berbahan sumber daya dari Pulau Buton.
Proyek ini bertujuan mengurangi impor aspal dan memperkuat kebutuhan infrastruktur jalan nasional.
- Hilirisasi Tembaga dan Emas di Gresik
Mengolah konsentrat tembaga dan emas menjadi produk jadi atau semi-jadi seperti katoda tembaga, logam mulia, dan bahan baku elektronik. Nilai ekspor berpotensi meningkat besar.
Sektor Pertanian dan Perkebunan
- Sawit jadi Oleofood dan Biodiesel di Sei Mangkei
Salah satu proyek penting di Sumatera Utara.
CPO akan diolah menjadi produk turunan pangan (oleofood) serta biodiesel.
Ini meningkatkan nilai tambah sawit dan memperkuat kawasan industri Sei Mangkei sebagai pusat hilirisasi perkebunan.
- Pengolahan Pala jadi Oleoresin di Maluku Tengah
Oleoresin adalah ekstrak rempah bernilai tinggi yang digunakan industri makanan, farmasi, dan kosmetik.


