Jakarta, Opsi.id – May Day 2026 kembali diperingati pada 1 Mei, sebagaimana tradisi tahunan di berbagai negara.
Di Indonesia, hari ini juga ditetapkan sebagai hari libur nasional dan diperingati oleh buruh bersama pemerintah.
Sejarah May Day
Perayaan May Day atau Hari Buruh Internasional memiliki sejarah panjang. Berakar dari perjuangan buruh di Amerika Serikat.
Chicago menjadi titik penting dalam sejarah ini.
Pada abad ke-19, para buruh di sana dipaksa bekerja hingga 10–16 jam per hari dalam kondisi yang jauh dari layak.
Tuntutan utama mereka sederhana namun mendasar: 8 jam kerja sehari.
Pada 1 Mei 1886, sekitar 300.000 buruh di Amerika Serikat melakukan mogok kerja massal.
Aksi ini memuncak dalam peristiwa Haymarket Affair pada 4 Mei 1886 di Haymarket Square.
Dalam aksi tersebut, sebuah bom meledak di tengah kerumunan.
Menewaskan sejumlah polisi dan warga sipil.
BACA: Kejutan di Monas: Presiden Prabowo Joget Bareng Buruh di Perayaan May Day 2026
Pelaku tidak pernah teridentifikasi. Namun delapan aktivis buruh ditangkap, dan empat di antaranya dihukum gantung.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap para “Martir Haymarket”, pada 1889, Second International menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional.


